Optimalkan Kinerja Alsintan, Kementan Manfaatkan GPS Tracking System

Jum'at, 15 Februari 2019 - 22:22 WIB
Optimalkan Kinerja Alsintan,...
Optimalkan Kinerja Alsintan, Kementan Manfaatkan GPS Tracking System
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menginginkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dimanfaatkan secara maksimal penggunaannya. Sebab itu, kedepan, alsintan akan dipasangi global positioning system (GPS) Tracking System untuk memantau penggunaannya oleh petani.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan selama ini pemantauan dilakukan dengan manual. Sehingga tidak terpantau secara maksimal.

"Kedepan, proses pengadaan semua alsintan yang disalurkan ke Poktan dan Gapoktan akan dilengkapi GPS Tracking System. Melalui perangkat pelacak ini, alsintan di seluruh Indonesia bisa dipantau secara real time sesuai nomor registrasi dan alokasi wilayah penempatannya," ujar Sarwo Edhy, Jumat (15/2/2019).

Sarwo Edhy mengungkapkan, GPS Tracking System untuk alsintan bertujuan memantau alsintan sebagai ‘barang modal’ yang harus dikonsolidasi pemanfaatannya. Selain itu, dapat berkembang sebagai modal usaha untuk mengembangkan usaha pelayanan jasa Alsintan (UPJA).

"Saat ini kita siapkan dashboard untuk monitor traktor roda empat dan excavator kepada pihak ketiga untuk menyiapkan hardware dan software-nya. Traktor roda dua juga kita coba install aplikasi serupa," kata Sarwo Edhy.

Menurut dia, GPS Tracking System akan bekerja sesuai nomor registrasi dan alokasi wilayah yang dicatat software, misalnya ke Sumatra Selatan akan terpantau dari nomor urut sesuai jumlah alokasi alsintan. Kemudian terpantau kinerjanya setiap waktu secara real time.

"Dari nomor registrasi akan terpantau kinerja. Mati atau hidup mesinnya. Kalau pun alsintan hidup, apakah stationer (diam) atau dipakai bekerja. Juga terpantau berapa luas pemanfaatan untuk olah tanah, olah tanam, pemupukan hingga panen. Luasan lahan juga terpantau karena ada rumus untuk kinerja tiap alsintan, kita hitung dari jam kerja dan faktor koreksi, karena ada rumusnya. Misalnya, satu jam TR4 bekerja di Sumsel tentu berbeda kalau dipakai di Jawa," jelasnya.

Dia menambahkan, Ditjen PSP telah menetapkan kapasitas kinerja alsintan per hari, yakni traktor roda dua (TR2) sekitar 0,3 hektare (ha); traktor roda empat (TR4) seluas 2 ha; combine harvesterkecil atau CHK 0,6 ha; CH ukuran sedang 1,2 ha; dan CH besar seluas 2 ha.

Kementan, melalui Ditjen PSP, telah menyalurkan bantuan alsintan sebanyak 423.197 unit. Tahun 2014 bantuan hanya 23.401 unit, tahun 2015 meningkat menjadi 62.744 unit. Tahun 2016 meningkat tiga kali lipat menjadi 174.487 unit, kemudian tahun 2017 disalurkan sebanyak 92.256 unit dan tahun 2018 sebanyak 70.309 unit.

Alsintan saat ini memang menjadi kebutuhan dalam budidaya pertanian karena tenaga kerja sektor pertanian berkurang. Apalagi, tenaga kerja muda masih enggan terjun ke sektor pertanian, sehingga upah tenaga kerja menjadi mahal.

Untuk memastikan kesiapan petani menggunakan alat pertanian modern, pihaknya akan mendorong daerah untuk menggelar pelatihan please alsintan ini. Dengan melatih petani menggunakan alat mesin tanam padi modern, baik operator maupun teknik pemeliharaannya.

"Pelatihan ini dibutuhkan karena menurunnya tenaga buruh tanam padi. Mesin tanam padi modern sebagai solusi untuk program percepatan tanam serta tanam padi secara serentak. Mengingat petani belum maksimal mengoperasikan mesin, sehingga perlu diberi pelatihan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Kejari Cirebon Tahan...
Kejari Cirebon Tahan Dua ASN Terkait Korupsi Alsintan Kementan
Kejagung Periksa Tiga...
Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Saatnya Akselerasi Kinerja...
Saatnya Akselerasi Kinerja Pemerintahan dengan Formasi Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved