Empat Resep Sri Mulyani Agar BPJS Kesehatan Tidak Bangkrut

Senin, 25 Februari 2019 - 14:43 WIB
Empat Resep Sri Mulyani...
Empat Resep Sri Mulyani Agar BPJS Kesehatan Tidak Bangkrut
A A A
JAKARTA - Sejak 2014 hingga tahun lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menderita sakit. Pada 2014, BPJS Kesehatan menderita defisit sebesar Rp3,3 triliun, dan pada 2018 kemarin, audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan defisit BPJS Kesehatan membengkak menjadi Rp10,98 triliun.

Dalam peluncuran sampel data BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi empat resep agar BPJS bisa pulih. Ia meminta BPJS Kesehatan memperhatikan empat hal dalam empat hal dalam mencapai visi universal health coverage atau pelayanan kesehatan untuk masyarakat di seluruh negeri.

Pertama, BPJS Kesehatan diminta agar menjangkau masyarakat secara menyeluruh. "Program JKN penting dalam investasi manusia Indonesia. Manusia yang sehat, pandai mampu berpikir, etika baik, agama baik, dia adalah aset suatu negara. Karena itu program JKN harus terus diperbaiki. Lima tahun pertama lihat program universal health coverage," terang Sri Mulyani, Senin (25/2/2019).

Kedua, Sri Mulyani meminta agar fasilitas BPJS Kesehatan, baik dari segi kualitas pelayanan maupun ketepatan waktu untuk membayar klaim diperhatikan.

"Begitu diluncurkan masyarakat merasa seluruh hal bisa dicover, semua hal termasuk catastrophic dicover unlimited. Ini jadi over consumed. Sekarang mau menata secara lebih baik lagi FKTP mampu menangani, mulai preventif sampai kuratif. Saya pahami proses FKTP ini tidak seharusnya one size fix all. Ada puskesmas surplus ada yang overwhelmed jumlah pasien. Jadi bagaimana perbaikan dengan evidence based ini agar orang tidak emosi," paparnya.

Ketiga, terang dia, agar memperhatikan kemampuan membayar iuran dari masyarakat. Dan saat ini sudah ada perbaikan, dimana sitem BPJS Kesehatan saat ini menarik iuran berdasarkan kategori pendapatan ekonomi, bukan berdasarkan tingkat risiko.

Terakhir, Sri Mulyani meminta agar program JKN-KIS berkelanjutan. "Jangan sampai 10 tahun gulung tikar, bangkrut. Itu terjadi di Yunani dan Italia, seberapa banyak negara biayakan masyarakat. Jadi mohon email hal ini diteliti detil oleh kita semua," pintanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bayar Iuran BPJamsostek...
Bayar Iuran BPJamsostek Bakal Ditunda Pemerintah, BPJS Kesehatan Ntar Dulu
Keuangan Sehat, Kunci...
Keuangan Sehat, Kunci Hadirkan Layanan Kesehatan yang Hebat
Menkes Budi Gunadi Pastikan...
Menkes Budi Gunadi Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik di Tahun 2025
Sri Mulyani: Kesehatan...
Sri Mulyani: Kesehatan dan Ekonomi Harus Berjalan Bersama
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Lomba Protokol Kesehatan...
Lomba Protokol Kesehatan demi Membobol Kemacetan Ekonomi
Berita Terkini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
18 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
37 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Infografis
Bocoran 4 Calon Menkeu...
Bocoran 4 Calon Menkeu Pilihan Prabowo untuk Gantikan Sri Mulyani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved