AS Tunda Terapkan Tarif Baru ke China

Senin, 25 Februari 2019 - 16:20 WIB
AS Tunda Terapkan Tarif...
AS Tunda Terapkan Tarif Baru ke China
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan menunda terapkan tarif baru terhadap produk-produk asal China. Sebelumnya Negeri Paman Sam -julukan AS- berencana bakal menerapkan bea masuk atas produk China dari 10% menjadi 25% yang akan mulai berlaku pada 1 Maret 2019.

Trump mengatakan keputusan tersebut diambil, lantaran kedua negara telah membuat “kemajuan substansial” dalam perundingan perdagangan yang terimbas kepada bursa China dengan peningkatan hampir 5%. Ia menambahkan, berencana membuat pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping di Florida.

Hal itu demi memperkuat kesepakatan dagang, apabila mencapai kemajuan lebih banyak. Sebuah laporan dari kantor berita resmi China, Xinhua juga mencatat "kemajuan substansial" pada isu-isu spesifik seperti transfer teknologi, perlindungan kekayaan intelektual dan pertanian.

Keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif barang-barang China senilai USD200 miliar dipandang sebagai tanda bahwa kedua belah pihak membuat kemajuan dalam menyelesaikan perang dagang yang telah menghantam pertumbuhan ekonomi global. "Akhir pekan yang sangat baik bagi AS dan China,” kata Trump dalam cuitannya.

Pekan lalu, Trump mencatat kemajuan dalam putaran terakhir perundingan di Washington, termasuk kesepakatan tentang manipulasi mata uang, meskipun tidak ada rincian yang diungkapkan. Beberapa sumber rahasia kepada CNBC mengutarakan, bahwa China telah berkomitmen untuk membeli produk AS hingga USD1,2 triliun.

Meski begitu diterangkan belum ada titik terang terkait masalah kekayaan intelektual. Seperti diketahui Trump sejak awal terpilih telah mengusung perang dagang, lantaran keluhannya terhadap praktik perdagangan China yang dinilai olehnya tidak adil.

Bahkan Trump juga menuduh China mencuri kekayaan intelektual dari perusahaan-perusahaan Amerika, memaksa mereka untuk mentransfer teknologi ke China. Akibatnya AS memicu perang dagang dengan menerapkan tarif atas produk-produk China senilai USD250 miliar.

Lantas China membalas dengan mengenakan bea atas produk-produk AS mencapai USD110 miliar. Trump juga mengancam tarif lebih lanjut untuk produk-produk China senilai USD267milyar tambahan yang akan membuat hampir semua impor China ke AS dikenakan bea masuk.

Perselisihan perdagangan antar dua ekonomi terbesar dunia itu telah membuat pasar keuangan tertekan, hingga berisiko meningkatkan biaya bagi perusahaan-perusahaan Amerika dan menambah tekanan pada ekonomi China yang sudah menunjukkan tanda-tanda ketegangan.

Perang dagang juga memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap ekonomi global. Tahun lalu, Dana Moneter Internasional memperingatkan perang perdagangan antara AS dan China berisiko menjadikan dunia "tempat yang lebih miskin dan lebih berbahaya".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
44 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved