PT PAL Indonesia Serahkan Kapal Cepat Rudal 600 Meter ke Kemhan

Selasa, 26 Februari 2019 - 00:16 WIB
PT PAL Indonesia Serahkan...
PT PAL Indonesia Serahkan Kapal Cepat Rudal 600 Meter ke Kemhan
A A A
SURABAYA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia kembali melakukan pengadaan kapal perang tipe Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60 M). Pengadaan tersebut meliputi Paltform dan Sensor Weapon Control (SEWACO) untuk KCR-60 meter kapal ke 5 dan 6, serta SEWACO untuk KCR-60 meter kapal ke-3 (KRI Halasan - 630), KCR-60 kapal ke-4 (KRI Kerambit 627).

Empat alutsista yang bakal memperkuat TNI AL itu dipesan dan diproduksi langsung digalangan PT PAL Indonesia. Kemenhan mengucurkan Rp1,66 trilliun untuk tiap unit pengadaan KCR 60 paket platform plus Sewaco dan Rp1,2 trilliun untuk KCR 60 paket Sewaco per unit.

Sekjen Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) punya batas waktu yakni 20-30 tahun dan harus dimodernisasi.

"Pengadaan ini dilakukan karena banyaknya kapal-kapal perang yang sudah tua,"katanya usai penandatanganan kontrak pengadaan Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60M) oleh PT PAL Indonesia untuk Kementerian Pertahanan di Gedung PIP PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/2).

Ia mengungkapkan, biaya pemeliharaan kapal yang berusia lebih dari 30 tahun membutuhkan biaya yang lebih besar dari pada membeli baru. Dipilihnya produk kapal perang dari PT PAL ini, kata dia, karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan Eropa dan Korea. Menurutnya, bahwa kapal buatan PT PAL memiliki kemampuan yang lengkap dan kualitas sesuai spesifikasi.

"Terus terang kapal-kapal kita ini banyak yang sudah lama. Sedangkan kalau diatas 30 tahun, biayanya untuk pemeliharaan lebih besar daripada beli barang. Untuk itu kita manfaatkan BUMN strategis yang bergabung dengan BUMS buat menghasilkan alutsista yang punya kualitas dan bisa dijual,"ungkapnya.

Serah terima kapal ini dijadwalkan 24 bulan sejak tanda tangan kontrak. Ini dikarenakan ada beberapa alutsista yang memang membutuhkan waktu cukup lama.

Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh menjelaskan, KCR 60 ini merupakan hasil inovasi yang dikembangkan dari produk sebelumnya yaitu Kapal Patroli Cepat 57 Meter. Desain pembangunan KCR 60 meter ini terus disempurnakan mereferensi dari masukan dan arahan Satuan Tugas (Satgas) serta pengguna produk.

Pembangunan KCR ini turut melibatkan 3 supplier persenjataan kelas dunia (Bofors-Swedia, MBDAPerancis, Terma-Denmark) yang sesuai dengan opsrey TNI AL serta memiliki nilai kandungan lokal yang semakin meningkat. Karena melibatkan komponen-komponen lokal yang berasal dari 4 BUMN dan 62 BUMS.

"Tingkat kandungan lokalnya sebesar 19,56%. Jadi kandungan lokal itu, seperti bahan baku besi baja dari Krakatau, terus komponen kecil ada builder, propeller, windlas dan lain-lain," kata dia

Dengan ditandatangani Kontrak Pembangunan dan pemasangan Sistem Senjata KCR 60 meter dapat mendukung kemajuan industri pertahanan dalam negeri dan merupakan komitmen PT PAL Indonesia (Persero) guna memenuhi kebutuhan tugas pokok dan fungsi TNI khususnya Matra Laut. Insan PAL Indonesia secara berkelanjutan terus berinovasi untuk menguasai teknologi industri maritim sehingga menghasilkan produk yang tepat mutu, tepat guna dan tepat kualitas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kapal Setara Rumah Sakit...
Kapal Setara Rumah Sakit Tipe C Dibangun PT PAL, Panjangnya 124 Meter
Naval Group dan PT PAL...
Naval Group dan PT PAL Kerja Sama Pengembangan Mesin Kapal Selam Indonesia
Step by Step ala PT...
Step by Step ala PT PAL Membangun Kompetensi Kapal Perang
Perkuat Industri Pertahanan,...
Perkuat Industri Pertahanan, RI-Prancis Kerja Sama Pengembangan Kapal Selam
PT Pal Akan Rampungkan...
PT Pal Akan Rampungkan Kapal Selam OVH KRI Cakra-401 Tapat Waktu
PT PAL Resmi Jadi Mitra...
PT PAL Resmi Jadi Mitra Bofors untuk Perawatan Senjata Kapal Perang
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
49 menit yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
2 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
3 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
3 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved