Cerita Sri Mulyani Soal Ekspor Kulit Tikus Bangkitkan Ekonomi Korsel
Rabu, 27 Februari 2019 - 20:39 WIB
Cerita Sri Mulyani Soal Ekspor Kulit Tikus Bangkitkan Ekonomi Korsel
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menceritakan, soal kebangkitan ekonomi Korea Selatan (Korsel) yang sangat cepat, dimana salah satunya berkat kesuksesan ekspor kulit tikus. Sebelumnya Ia menerangkan Korsel sempat mengalami krisis sebelum akhirnya bangkit lewat cara yang inovatif.
"Produk kulit tikus diproses di Korea Selatan, alasan masyarakat mereka menggunakan tikus karena mengganggu lahan tani. Jadi dia tangkap tikusnya terus kulitnya dia produksi jadi jaket kulit tikus," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (27/2/2019).
Sambung dia menambahkan, hal itu terjadi pada tahun 70-an saat Korsel mengalami masalah hama tikus. Maka itu, pemerintahnya menggelar perlombaan tangkap tikus dan kulitnya diekspor. Menurutnya, nasib Korsel dari sisi perekonomian sejatinya tidak berbeda dengan Indonesia.
Korsel terang dia pernah mengalami krisis ekonomi di masa yang sama dengan Indonesia. "Korsel dulu sama miskinnya kayak kita. Kelaparan dimana-dimana, namun dia membuat perlombaan ekspor tiap daerah," jelasnya.
Dia pun menegaskan, Korsel sangat serius dalam mengembangkan ekspornya dengan buktinya mampu menanggulangi masalah hama menjadi peluang ekspor. Hal ini akan dicontoh Indonesia dalam menggenjot ekspor
"Pemerintah akan mengusahakan playing field sebagus mungkin, sehingga pengusaha fokus berkompetisi. Kita ingin sosialisasikan isu ini ke masyarakat, daya saing produk harus didorong semua pihak," paparnya.
"Produk kulit tikus diproses di Korea Selatan, alasan masyarakat mereka menggunakan tikus karena mengganggu lahan tani. Jadi dia tangkap tikusnya terus kulitnya dia produksi jadi jaket kulit tikus," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (27/2/2019).
Sambung dia menambahkan, hal itu terjadi pada tahun 70-an saat Korsel mengalami masalah hama tikus. Maka itu, pemerintahnya menggelar perlombaan tangkap tikus dan kulitnya diekspor. Menurutnya, nasib Korsel dari sisi perekonomian sejatinya tidak berbeda dengan Indonesia.
Korsel terang dia pernah mengalami krisis ekonomi di masa yang sama dengan Indonesia. "Korsel dulu sama miskinnya kayak kita. Kelaparan dimana-dimana, namun dia membuat perlombaan ekspor tiap daerah," jelasnya.
Dia pun menegaskan, Korsel sangat serius dalam mengembangkan ekspornya dengan buktinya mampu menanggulangi masalah hama menjadi peluang ekspor. Hal ini akan dicontoh Indonesia dalam menggenjot ekspor
"Pemerintah akan mengusahakan playing field sebagus mungkin, sehingga pengusaha fokus berkompetisi. Kita ingin sosialisasikan isu ini ke masyarakat, daya saing produk harus didorong semua pihak," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :