Eksportir Sebut Eximbank Jadi Kaku karena Pengawasan OJK

Kamis, 18 Februari 2021 - 17:51 WIB
loading...
Eksportir Sebut Eximbank...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) mengungkapkan bahwa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI ) atau Indonesia Eximbank belum mampu menunjang peningkatan ekspor secara keseluruhan. Alasannya, fleksibilitas lembaga tersebut masih kurang terhadap pembiayaan ekspor.

Ketua GPEI Benny Soetrisno menilai produk yang dimiliki oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) saat ini belum bisa mengatasi pembiayaan semua ekspor. Artinya, hanya terbatas pada jenis-jenis ekspor tertentu saja. ( Baca juga:Heboh Satu Desa Jadi Miliarder, Pakar: Kilang Baru Jangan Cuma Angin Surga )

"Produk-produknya belum bisa menjawab dinamika kebutuhan ekspor yang ada saat ini," katanya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (18/2/2021).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan masukan kepada LPEI atau Eximbank untuk pembiayaan ekspor. Namun, katanya, lembaga tersebut tidak bisa berbuat apa-apa, karena berada dalam pengawasan OJK.

"kita sudah sudah memberikan input tapi LPEI ini harus tunduk dengan pengawasnya, yaitu OJK," ungkapnya. ( Baca juga:Resmi, Honda HR-V Baru Lebih Keren Dibanding Model Terdahulu )

Ia menuturkan, bahwa OJK memberlakukan lembaga tersebut seperti bank seperti biasa. Alhasil, fleksibilitasnya sangat kurang.

"Jika tidak fleksibel maka ini bisa menjadi kendala untuk meningkatkan ekspor. Harus ada refomasi pembiayaan," tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Rekomendasi
Belajar dari Negara...
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Rugikan Media, Industri, dan Masyarakat
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved