Masuk Panen Raya, Bupati Pacitan Minta Harga Jagung Stabil

Minggu, 03 Maret 2019 - 19:31 WIB
Masuk Panen Raya, Bupati Pacitan Minta Harga Jagung Stabil
Masuk Panen Raya, Bupati Pacitan Minta Harga Jagung Stabil
A A A
PACITAN - Bupati Pacitan Indartato memantau secara langsung panen raya jagung yang digelar di Dusun Mrayung, Desa Ploso, Kecamatan Punung, Jumat (1/3) lalu. Indartato bahkan terlihat turun langsung memanen jagung di lahan seluas 12.824 hektare tersebut.

"Diperkirakan panen jagung di Pacitan mencapai 7.000 hektare. Sedangkan sisanya sekitar 5.000 hektare akan habis dalam dua minggu ke depan. Adapun provitas rata-rata 6-7 ton/ha dan diperkirakan saat panen raya tersedia jagung sekitar 70.000 ton," kata Indartato, dalam keterangan resminya, Minggu (3/3/2019).

Meski demikian, saat panen ini petani masih dihinggapi rasa was-was, terlebih jika harga jagung terus menerus jatuh. Kekhawatiran petani memang sangat beralasan, mengingat harga pipilan kering sudah menyentuh Rp3.200-3.300/kg.

"Padahal dua minggu sebelumnya masih Rp3.600-3.800/kg. Jadi, Permintaan saya mewakili para petani jagung cuma satu, yaitu harga jagung tetap stabil saat panen raya," ujar Indartato.

Mengenai hal ini, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Andriko Noto Susanto meminta Bulog sebagai wakil Pemerintah hadir ditengah-tengah petani khususnya saat panen raya yang berpotensi mengalami harga jatuh.

"Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan harga acuan pembelian di tingkat produsen dan konsumen melalui Permendag No 96/2018 untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan. Dalam hal ini Bulog mesti bergerak cepat manakala harga jagung di petani turun dibawah harga acuan," terang Andriko.

Menurut dia, beberapa pabrik sebenarnya sudah melakukan pembelian secara langsung. Namun, Andriko berharap transaksi pembelian itu lebih ditingkatkan lagi supaya harga jagung tetap stabil mengingat margin yang cukup besar.

"Sudah saatnya petani melalui poktan/gapoktan menjual jagung hasil panen langsung ke pabrik pakan agar pendapatannya bertambah. Hal ini karena perbedaan harganya tinggi antara harga di petani dengan di pabrik pakan, yaitu sekitar Rp700-800/kg," katanya.

Panen raya jagung di Kabupaten Pacitan ini turut dihadiri Wakil Bupati, Ketua Komisi IV DPRD, Sekretaris Daerah, seluruh Staf Ahli Bupati, para Kepala Dinas, Kasubdivre Bulog Ponorogo, Dandim Pacitan, Kapolres Pacitan, Camat Punung, Kepala Desa, serta petani masyarakat Desa Ploso.

Selain di Pacitan, panen raya juga terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Di sana, masa panen diperkirakan berlangsung selama satu bulan yang dimulai pada pertengahan Februari sampai pertengahan Maret.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1812 seconds (11.252#12.26)