Ada IA-CEPA, Gula Rafinasi dari Australia Tetap Tak Bebas Cukai

Senin, 04 Maret 2019 - 15:36 WIB
Ada IA-CEPA, Gula Rafinasi...
Ada IA-CEPA, Gula Rafinasi dari Australia Tetap Tak Bebas Cukai
A A A
JAKARTA - Setelah menandatangani perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), sejumlah produk impor asal Australia dibebaskan dari bea masuk. Hal itu juga berlaku terhadap sejumlah bahan baku makanan yang diiimpor.

Namun, pemerintah ternyata tidak membebaskan bea masuk impor gula rafinasi asal Australia. Bea masuk impor gula rafinasi hanya diturunkan dari sebelumnya berkisar 10% menjadi 5%.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, hal ini dilakukan karena gula rafinasi merupakan komoditas yang sensitif. Karenanya, pemerintah memutuskan tidak membebaskan biaya impor gula rafinasi.

"Kalau gula ini masuk dalam sensitive list, jadi tidak termasuk yang dibebaskan bea masuk 0%. Hanya diturunkan dari 10% menjadi 5%," ujar Adhie di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (4/3/2019).

Adhi menyebutkan, sekitar 20% dari jumlah impor gulal rafinasi Indonesia berasal dari Australia. Dengan adanya penurunan bea masuk ini, gula rafinasi asal Australia akan semakin murah.

Selama ini, lanjut Adhi, Indonesia cukup banyak mengimpor bahan baku makanan dari Australia. Beberapa diantaranya adalah terigu, gandum, susu, buah, garam, hingga daging sapi. Penurunan hingga pembebasan tarif impor terhadap sejumlah bahan baku asal Negeri Kanguru ini akan berpengaruh besar terhadap harga makanan dan minuman dalam negeri.

"Tentunya akan berpengaruh terhadap harga, seperti gula rafinasi, ini akan jadi lebih murah. Sehingga gula rafinasi bisa jadi alternatif ketersediaan bahan baku," katanya.

Sebagai informasi, pada tahun lalu, pemerintah mengeluarkan kuota impor gula rafinasi sebesar 3,6 juta ton. Sedangkan realisasinya tercatat sebesar 3,37 juta ton dari catatan Kementerian Perdagangan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terkait Aturan Baru...
Terkait Aturan Baru Impor Gula, Disebut Ada Kekuatan Besar di Belakangnya
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Kebutuhan Gula Putih...
Kebutuhan Gula Putih Indonesia Mencapai 5,7 Juta Ton Per Tahun
BUMN Diminta Tak Terus...
BUMN Diminta Tak Terus Kangkangi Impor Gula Konsumsi
Swasembada Gula, Quo...
Swasembada Gula, Quo Vadis
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
41 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved