Darmin Ingin Perlengkapan Haji dan Umroh RI Bukan Produk China

Rabu, 06 Maret 2019 - 15:07 WIB
Darmin Ingin Perlengkapan...
Darmin Ingin Perlengkapan Haji dan Umroh RI Bukan Produk China
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menginginkan, agar produk China tidak lagi dipakai dalam perlengkapan haji dan umrah Indonesia. Pasalnya, Ia menilai produk Negeri Tirai Bambu -julukan China- telah mendominasi perlengkapan haji dan umrah di Indonesia.

Lebih lanjut Darmin menceritakan pengalamannya saat umrah, melihat tas yang digunakan jamaah Indonesia warna-warni, bagus-bagus dan keren secara tampilan. Namun saat ditanya ternyata hal itu merupakan produk asal China.

"Kedua, saya pernah ikut umrah dan ngobrol-ngobrol dengan kelompok lain, itu kan tas koper atau selendangnya itu bagus dan keren-keren tampilannya, warnanya begitu cerah. Tapi ketika ditanya itu buatan China semua," ujar Menko Darmin di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Sambung dia menambahkan, standar keberhasilan manajemen bisnis syariah untuk haji, umrah dan travel menurutnya bukan hanya diukur dari banyaknya jumlah pengguna jasa, tapi untuk kepentingan nasional. "Masa kita tidak bisa mengumpulkan energi dan dana membangun industri itu? Jadi tidak memperparah defisit kita terhadap China," paparnya

Sebagai informasi, pemerintah melalui berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L) tengah menyusun Memorandum of Understanding (MoU) serta membuat aplikasi khusus untuk pencarian biro travel atau umrah yang mendapatkan izin resmi dari pemerintah. Hal ini dalam upaya untuk mencegah permasalahan yang belakangan kerap terjadi dalam penyelenggaraan umrah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
20 Tahun Reksa Dana...
20 Tahun Reksa Dana Haji Syariah, Berangkatkan Hampir 1.000 Jemaah Haji dan Umrah
BSI dan LAZ BSMU Cetak...
BSI dan LAZ BSMU Cetak Wirausaha Lewat Inkubator Bisnis
Anomali di Tengah Pandemi,...
Anomali di Tengah Pandemi, Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp2.050 Triliun
Sambut Proyeksi Pasca...
Sambut Proyeksi Pasca Pandemi, Takaful Keluarga Rilis Tiga Fund Unit Link Syariah
Mengulik Penyebab Ekonomi...
Mengulik Penyebab Ekonomi Syariah Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia
Talk Show Merintis Bisnis...
Talk Show Merintis Bisnis Syariah Bersama HDI
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
7 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
7 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
7 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
7 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
7 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
8 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved