Percepat Pertanian di Pamekasan, Bantuan Rp42 Miliar Digelontorkan

Kamis, 07 Maret 2019 - 23:34 WIB
Percepat Pertanian di...
Percepat Pertanian di Pamekasan, Bantuan Rp42 Miliar Digelontorkan
A A A
PAMEKASAN - Pemerintah memberikan perhatian khusus pada pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur. Di Kabupaten Pamekasan Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan APBN 2019 sebesar Rp 42 Miliar lebih untuk percepatan program pertanian.

Bupati Pamekasan Badrutamam saat menerima kunjungan kerja Direktur STO selaku Pj Kabupaten Pamekasan beserta rombongan, terus mengapresiasi perhatian Pemerintah pusat kepada Pamekasan. "Kita dibantu kawasan (jagung, padi, horti-red), alsintan, unggas, bahkan ada pemberdayaan petani juga. Paket lengkap", ujar Badrutamam.

Selain itu menurutnya Kabupaten yang dipimpinnya juga akan menerima mini excavator untuk membangun embung. Dan yang terpenting dryer UV untuk pengeringan jagung, padi, bawang merah. Dengan bantuan ini, Ia menjanjikan kerja sama dengan petani dan akan membangun pabrik pakan ternak di Pamekasan.

Badrutamam menyampaikan mimpinya untuk membuat kawasan ekonomi terpadu. "Pertanian, kelautan dan peternakan punya share 36% terhadap PAD. Saya akan fokus ke bidang tersebut sesuai janji saya. Kita sekarang sudah ada pasar lelang. Ke depan saya berencana buat cafe sawah di tiap desa," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia juga mengutarakan optimistis karena Pamekasan memiliki semua sumberdaya untuk dimaksimalkan. "Kendala terbesar kita hanya air, tolong dibantu, saya siapkan anggarannya," ucapnya bersemangat.

Sektor Pertanian Pamekasan Berkembang Pesat


Pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur dalam 5 (lima) tahun belakangan ini memang terus menguat. Fokus Pemerintah untuk menjadikan pulau yang dihubungkan dengan jembatan Suramadu ini sebagai sentra jagung dan padi, telah berhasil membawa Madura sebagai salah satu wilayah penyangga jagung pakan ternak nasional.

Begitupun dengan komoditas hortikultura strategis seperti bawang merah dan cabai rawit yang terus bertambah luasnya, terutama di Pamekasan dan Sumenep. Pertanaman off season bawang merah yang terus berproduksi selama musim hujan, diakui sebagai penyelamat pasokan nasional. Petani kerap mendapat harga baik di musim ini.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat data Luas Panen jagung naik 0,1%, padi 10% pada periode 2016-2017. Di tahun 2018 luas bawang merah naik 10,5% dan cabe rawit naik 17%. Luas panen jagung terus naik dari sebelumnya 296 ribu ha menjadi 300 ribu ha. Begitupun bawang merah dari 2.414 ha ke 2.667 ha.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh. Ismail Wahab menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras bupati dan jajarannya sehingga meraih capaian yang membanggakan ini. "Merubah mindset petani sini untuk beralih kebiasaan tanam jagung lokal ke hibrida itu sudah luar biasa. Di sini malah tinggal 10-20% saja yang masih lokal. Hebat bupatinya," pungkasnya.

Ismail menambahkan, Madura mendapat sinar matahari yang panjang sehingga bentuk, warna dan rasa hasil pertanian lebih maksimal. "Contoh, warna bawang jadi lebih merah, rasa mangga lebih manis, beda dan khas. Saya dukung penuh rencana Bupati untuk buat pabrik pakan. Sebagian besar masalah bisa selesai. Jika ada usulan tambahan alsintan seperti pompa, silahkan ajukan ke kami" imbuhnya yakin.

Kepala BPTP Jawa Timur, Chendy Tafakresnanto yang juga hadir bersama Ismail dalam pertemuan dengan Bupati Pamekasan menambahkan, bahwa pihaknya dapat membantu identifikasi sumber-sumber air dalam di Pamekasan. "Silakan bersurat ke Pak Sekjen Kementan, intinya kami siap bantu" tawar Chendy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah fokus menyelesaikan tiga masalah utama pertanian di Madura. Yaitu air, produktivitas dan SDM dengan total anggaran pertanian mencapai 135 Milyar.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementan, Syukur Irwantoro mengungkapkan rencana percepatan program pertanian dengan tagline Madura Bersatu, Maju Bersama. Sebagian besar bantuan akan dipercepat sebelum musim hujan berakhir.

Senada dengan Syukur, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi turut menyampaikan dukungannya. "Kami sudah alokasikan bantuan benih bawang merah, alpukat, jeruk ke Pamekasan, kawasan ke Sumenep dan Sarana Pascapanen ke Sumenep dan Sampang," ungkapnya yang berharap program ini berjalan dengan baik dan menyejahterakan petani Madura.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
42 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
50 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved