Indonesia Masih Ketergantungan Pelumas Impor

Senin, 18 Maret 2019 - 20:22 WIB
Indonesia Masih Ketergantungan...
Indonesia Masih Ketergantungan Pelumas Impor
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, kebutuhan dan kemampuan produksi pelumas dalam negeri belum seimbang sehingga membuat masih adanya ketergantungan terhadap pelumas impor. Menurutnya kebijakan kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk Pelumas, berfungsi sebagai penyeimbang.

"Dalam era globalisasi, banyak negara di dunia memanfaatkan Standard, Technical Regulation, Conformity Assessment Procedure atau yang sering disebut dengan istilah STRACAP untuk mengamankan industri dalam negerinya dari serangan produk-produk impor yang tidak berkualitas," ujar Menperin Airlangga di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Sementara di Indonesia sendiri, instrumen tersebut pada umumnya dilakukan melalui pemberlakuan SNI secara wajib. "Momentum pertumbuhan industri tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan karena industri menjadi tulang punggung penggerak perekonomian bangsa," paparnya.

Dalam implementasi pemberlakuan SNI wajib tersebut, diperlukan ketersediaan infrastruktur penilai kesesuaian seperti Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan Laboratorium Pengujian. Pembangunan Laboratorium Uji PT. Surveyor Indonesia, menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan infrastruktur guna penerapan SNI wajib untuk pelumas tersebut.

Data BPS menyebut, nilai impor pelumas untuk lima pos tarif yang diberlakukan SNI wajib, pada tahun 2018 mencapai sekitar USD281 juta. Nominal itu setara dengan peningkatan 0,9% dibandingkan nilai impor tahun 2017 yang mencapai USD252,7 juta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Mutu Produk Industri,...
Jamin Mutu Produk Industri, Kemenperin Tingkatkan Penerapan SNI
Dukung SNI Produk Elektronika,...
Dukung SNI Produk Elektronika, Kemenperin Siapkan Lab Uji Modern
Kemenperin Perkuat Infrastruktur...
Kemenperin Perkuat Infrastruktur Mutu Industri Nasional
Adang Serudukan Sepeda...
Adang Serudukan Sepeda Impor, Kemenperin Bikin Pagar dengan SNI
Dipagari SNI Wajib,...
Dipagari SNI Wajib, Industri Logam Nasional Makin Pede
Non-SNI, Kemenperin...
Non-SNI, Kemenperin Amankan Puluhan Ribu Speaker Aktif Senilai Rp10,2 Miliar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved