Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dianggap Tidak Efektif

Sabtu, 23 Maret 2019 - 06:20 WIB
Kebijakan Kantong Plastik...
Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dianggap Tidak Efektif
A A A
JAKARTA - Per 1 Maret 2019 lalu, semua konsumen yang berbelanja di pasar ritel modern tidak bisa secara bebas menggunakan kantong plastik untuk menampung semua belanjaannya. Sebab kini, bagi mereka yang ingin menggunakan kantong plastik harus rela merogoh kocek sebesar Rp200.
Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dianggap Tidak Efektif
Kebijakan ini sendiri bukanlah hal yang baru. Pada 2016 lalu, kebijakan plastik berbayar sudah dicanangkan namun tak lama kemudian ditarik kembali. Kebijakan ini sendiri dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik.

Terkait dengan hal tersebut, survei online Litbang SINDO menggambarkan 73% responden menyatakan kebijakan ini tidak efektif. Alasan yang dikemukan beragam, mulai dari harga plastik yang dinilai terlalu murah, tingkat kesadaran masyarakat serta tidak adanya ketegasan serta kontrol dari pemerintah.
Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dianggap Tidak Efektif
“Uang Rp200 seperti tidak ada nilainya bagi masyarakat, sehingga mereka akan tetap memakai plastik walaupun berbayar. Harusnya jangan Rp200, mungkin bisa lebih mahal lagi supaya masyarakat lebih mempertimbangkan lagi dalam penggunaan plastik,” kata Maulana Iskandar warga Bekasi.
Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dianggap Tidak Efektif
Pendapat berbeda diungkapkan responden lainnya. Lahir Batin, seorang warga asal Jakarta Barat mengatakan, kebijakan ini sangat efektif diterapkan. “’Mudah-mudahan bisa membangkitkan rasa cinta yang mendalam terhadap lingkungan,” ujarnya.
Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dianggap Tidak Efektif
Faktanya, persoalan sampah plastik di Indonesia memang masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian. Seperti kasus yang terjadi pada 2018. Saat itu ditemukan paus jenis sperma yang mati di Wakatobi. Di dalam perut paus tersebut terdapat 5,9 kilogram sampah yang didominasi dengan sampah plastik.
Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Dianggap Tidak Efektif
Hal inilah yang kemudian membuat gerakan semacam ini diperlukan. Tentunya agar bisa berlaku efektif maka diperlukan kerja sama yang baik antara semua pihak. Terpenting adalah kesadaran masyarakat yang harus lebih sadar serta peduli akan ancaman lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan kantong plastik yang berlebihan. (Tika Vidya/Litbang SINDO)

Pemenang:
1. Lahir Batin, domisi Jakarta Barat
2. Maulana Iskandar, domisili Bekasi

*Pemenang akan dihubungi oleh tim kami
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diet Kantong Plastik...
Diet Kantong Plastik di Jakarta untuk Selamatkan Lingkungan
Pesan untuk Unit Usaha...
Pesan untuk Unit Usaha yang Masih Pakai Kantong Plastik, DKI: Tiga Bulan Harus Berubah
Jelang Ramadhan, Kantong...
Jelang Ramadhan, Kantong Belanja Non Plastik Dibagikan di Tanah Abang
67 Titik Retail dan...
67 Titik Retail dan Swalayan di Jakarta Timur Patuhi Aturan KBRL
Kantong Plastik Dilarang,...
Kantong Plastik Dilarang, Minimarket Sediakan Kantong Belanja dan Kardus
Wagub Taruh Perhatian...
Wagub Taruh Perhatian Besar Pada Kantong Pengganti Plastik Berbahan Singkong
Berita Terkini
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
26 menit yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
32 menit yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
44 menit yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
51 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
1 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved