Rupiah Dibuka Turun Tajam ke Rp14.223/USD, Dolar Jauhi Level Terendah

Senin, 25 Maret 2019 - 10:17 WIB
Rupiah Dibuka Turun...
Rupiah Dibuka Turun Tajam ke Rp14.223/USD, Dolar Jauhi Level Terendah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin (25/3/2019) dibuka turun sangat tajam untuk melanjutkan tren negatif pada penurupan akhir pekan kemarin. Penyusutan curam kurs rupiah mengiringi kebangkitan dolar AS dari level terendah saat menghadapi Yen Jepang.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka anjlok ke posisi Rp14.223/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dari sesi penutupan perdagangan Jumat kemarin di level Rp14.157/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga merosot ke level Rp14.215/USD. Rupiah menunjukkan semakin tak berdaya di akhir bulan Maret 2019 untuk menjadi sinyal negatif setelah sebelumnya bertengger di level Rp14.165/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi anjlok menjadi Rp14.210/USD dengan pergerakan harian Rp14.153 hingga Rp14.225/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal kemerosotan rupiah, setelah sebelumnya tertahan pada posisi Rp14.160/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memburuk di level Rp14.212/USD dibandingkan akhir pekan kemarin pada posisi Rp14.162/USD. Rupiah pagi hari ini bergerak di kisaran Rp14.190-Rp14.225/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar berangsur pulih kembali dari level terendah enam minggu terhadap Yen Jepang pada Senin pagi, karena tingkat ketenangan yang kembali ke pasar dicengkeram oleh kekhawatiran resesi ekonomi Amerika Serikat. Greenback telah jatuh pada hari Jumat terimbas obligasi Treasury dan imbal hasil.

Posisi mereka terbalik untuk pertama kalinya sejak 2007 setelah pelemahan data PMI manufaktur AS. Kurva hasil terbalik secara historis mengisyaratkan resesi ekonomi diyakini akan datang.

Komentar hati-hati dari Federal Reserve AS alias The Fed minggu lalu juga telah menimbulkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Dolar naik sekitar 0,2% pada level 110,13 saat melawan Yen setelah tenggelam ke 109,745 pada hari Jumat, atau menjadi yang terendah sejak 11 Februari.

Indeks dolar versus enam mata uang utama lainnya tidak berubah pada 96,651 setelah menghapuskan kenaikan 0,15% pada hari Jumat. Sedangkan Euro sedikit berubah pada posisi 1,1297 terhadap USD, usai kehilangan sekitar 0,7% pada hari Jumat setelah survei manufaktur Jerman jauh lebih lemah dari yang diperkirakan.

Data ekonomi Jerman itu meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi terbesar Eropa dan zona euro yang lebih luas. Selanjutnya Dolar Australia yang dipandang sebagai proksi likuid untuk pertumbuhan global, berdiri sedikit berubah pada level 0,7077 lawan dolar AS. Sementara Pounds 0,1% lebih rendah saat berhadapan USD jadi 1,3200.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
53 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved