Plus Minus UU Fintech Masih Terus Digodok DPR

Selasa, 26 Maret 2019 - 12:14 WIB
Plus Minus UU Fintech...
Plus Minus UU Fintech Masih Terus Digodok DPR
A A A
JAKARTA - Mengatur layanan keuangan digital berbasis teknologi (fintech) dengan layanan pinjam meminjam (Peer to Peer/P2P Lending) diyakini membutuhkan payung hukum lebih tinggi tidak hanya sebatas aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tetapi juga Undang-undang (UU). Sejauh ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih menggodok UU Fintech untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen.

"Saat ini semua usulan dari masyarakat sedang dalam kajian di DPR. Apakah nanti kebutuhannya mendesak, sangat tergantung kepada apa yang diharapkan oleh publik, bisa berasal dari inisiatif pemerintah, berasal dari DPR, semua sedang dalam kajian plus minus," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Sambung dia menekankan, pembahasan UU Fintech masih terus berlangsung agar tidak merugikan konsumen maupun perusahaan Fintech. Pasalnya revolusi Industri 4.0 membuat Fintech sejauh ini makin berkembang pesat di Indonesia.

"Yang pasti kita tidak boleh melewatkan atau ketinggalan daripada kemajuan teknologi ini, kalau tidak mau tergilas oleh kemajuan teknologi yang sekarang sudah masuk teknologi atau lebih maju dari 4.0," paparnya.

Sebagai informasi selama ini Peraturan OJK (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi hanya memberikan OJK wewenang untuk mengatur, memberi izin, dan mengawasi fintech pinjaman (peer to peer lending) yang terdaftar. Padahal, masih banyak ditemukan praktik fintech ilegal yang justru meresahkan masyarakat.

Salah satu contohnya industri perbankan, asuransi, dan pasar modal yang memiliki UU sebagai payung hukum. Keterbatasan payung hukum ini yang membuat regulator tak bisa memberikan sanksi atau denda kepada fintech yang tak terdaftar di OJK. Kendati demikian, UU dinilai hendaknya bersifat lebih umum, misalnya mengatur tentang perlindungan data konsumen maupun mengatur praktek kegiatan ekonomi digital.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Bisnis Fintech...
Pelaku Bisnis Fintech P2P Lending Bagikan Tips agar Calon Borrower Tak Gagal Bayar
Salurkan Pembiayaan...
Salurkan Pembiayaan Rp 3,9 Triliun, Fintech P2P Lending Ini Menegaskan Posisinya
Tahun Penuh Tantangan...
Tahun Penuh Tantangan Bagi Fintech P2P, AFPI: Saatnya Bangkit
Investasi Fintech P2P...
Investasi Fintech P2P Lending Moncer saat Wabah Virus Corona
OJK Masih Berlakukan...
OJK Masih Berlakukan Moratorium Perizinan Fintech, Ini Alasannya
Sinergi Mendukung Kemitraan...
Sinergi Mendukung Kemitraan Fintech P2P di Kawasan ASEAN
Berita Terkini
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
13 menit yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
38 menit yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
43 menit yang lalu
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
1 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
2 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
2 jam yang lalu
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved