Tahun Penuh Tantangan Bagi Fintech P2P, AFPI: Saatnya Bangkit

Minggu, 05 Desember 2021 - 13:45 WIB
loading...
Tahun Penuh Tantangan Bagi Fintech P2P, AFPI: Saatnya Bangkit
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menganggap tahun 2021 merupakan tahun yang cukup menantang. Pandemi dan kehadiran Pinjaman Online atau pinjol ilegal tidak menyurutkan semangat AFPI untuk terus berbenah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI ) menganggap tahun 2021 merupakan tahun yang cukup menantang. Pandemi dan kehadiran Pinjaman Online atau pinjol ilegal tidak menyurutkan semangat AFPI untuk terus berbenah.

“Menyikapi situasi tersebut AFPPI sebagai wadah bagi 104 anggota Fintech Pendanaan Bersama legal dan berizin, telah melakukan beberapa penguatan, baik dari sisi infrastruktur, governance dan aspek Code of Conduct AFPI," ujar Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi saat webinar bertajuk 'AFPI Fintech Lending Summit 2021.

Baca Juga: Fintech Indonesia Jadi Magnet Investasi, Sepanjang 2021 Raih Rp12,8 Triliun

Diterangkan olehnya tadinya secara makro, ekonomi diharapkan bisa dipercepat. Namun proyeksi tersebut pudar seiring dengan kehadiran gelombang ke 2 pandemi. Kondisi tersebut menurut Adrian tidak terkecuali juga dirasakan oleh industri Fintech Lending.

"Dimana para pelakunya masih memasuki tahun 5-6, masa yang boleh dibilang adalah masa-masa growing pains bagi industri ini. Kaitannya dengan dengan kompleksitas yang makin meningkat baik dari sisi volume, produk, persaingan bisnis dan juga dalam isu pinjol ilegal yang ramai diperbincangkan dalam kurun waktu terakhir ini," paparnya.

Sementara itu terjadi penurunan jumlah anggota yang tadinya berjumlah 180 an dan saat ini hanya 104 anggota. al tersebut tentu tidak terlepas dari beberapa faktor, yaitu karena pandemi yang berkelanjutan, risiko bisnis dan juga pengalaman dari para perusahaan Fintech Pendanaan Bersama itu sendiri.

"Untuk bisa bertahan di industri ini memang diperlukan pengalaman dan ketajaman bisnis yang tinggi dan tentu saja adaptive dengan perubahan iklim bisnis, regulasi dan persaingan.Dan kalau kita bisa memiliki hal itu semua, maka masa pandemi ini bisa menjadi momen yang tepat bagi industri Fintech Pendanaan Bersama untuk bangkit menuju ke tahap berikutnya, menjadi pelaku bisnis yang memiliki quality dan sustainability," ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menyakini, prospek industri ini masih sangat positif.Covid-19 membawa dampak yang positif, dimana adopsi digitalisasi, termasuk di sektor keuangan sudah sangat tinggi.

Dengan dukungan regulator, kolaborasi perusahaan Fintech Pendanaan Bersama dengan industri jasa keuangan atau ekosistem lainnya serta masuknya beberapa perusahaan Fintech ke bursa efek, akanmenjadi momentum bagi industri ini untuk menjadi industri Fintech Pendanaan Bersama yang lebih sehat, berkualitas dan sustainable.

Perubahan perilaku masyarakat yang semakin tergantung dengan teknologi di tengah masa pandemi ini, telah meningkatkan penggunaan transaksi keuangan digital, termasuk salah satu didalamnya adalah penggunaan Fintech Pendanaan Bersama.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2170 seconds (11.210#12.26)