Wall Street Menanjak Naik Terdongkrak Kebangkitan Saham Keuangan

Rabu, 27 Maret 2019 - 08:03 WIB
Wall Street Menanjak...
Wall Street Menanjak Naik Terdongkrak Kebangkitan Saham Keuangan
A A A
NEW YORK - Wall Street menanjak naik pada perdagangan, Selasa waktu setempat usai terdongkrak kebangkitan saham sektor keuangan setelah sempat menelan kerugian dalam lima hari. Sementara itu imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) stabil di atas posisi terendah.

Sektor keuangan dalam indeks S & P 500 mendapatkan dorongan hingga 1,1% sekaligus menjadi persentase harian terbesar sejak 15 Februari. Indeks S & P 500 kembali mencetak keuntungan setelah penyusutan dalam dua sesi, dipicu oleh kekhawatiran tentang memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

"Ada stabilisasi di pasar obligasi dan ada pembalikan. Pasar adalah hasil darinya, tidak ada keraguab tentang hal itu," kata Krosby Quincy, seorang strategi pasar utama dari Prudential keuangan di Newark, New Jersey. Menurutnya bika hal ini berlanjut, yield kurva pembalikan dipandang sebagai indikator resesi mungkin satu sampai dua tahun.

Sentimen positif yang juga menjadi pendorong bagi bursa saham yakni indeks energi S & P melompat 1,5% hingga memimpin persentase keuntungan antara sektor lain. Kondisi tersebut imbas kenaikab harga minyak seiring pangkas pasokan yang dipimpin OPEC dan harapan stok minyak AS dapat lebih rendah.

Dow Jones Industrial Average tercatat meningkat mencapai sebesar 140,9 poin yang setara dengan 0,55% ke level 25.657,73 untuk mengiringi lonjakan indeks S & P 500 usai mendapatkan tambahan 20,1 poin atau 0,72% menjadi 2.818,46. Selanjutnya komposit Nasdaq juga lebih tinggi usai nelompat 53,98 poin atau 0,71% di posisi 7.691,52.

Sahan Apple Inc berakhir turun 1%, membalikkan keuntungan di awal, setelah hakim perdagangan AS direkomendasikan Qualcomm Inc menang atas larangan penjualan beberapa model iPhone Apple yang menggunakab chip yang dibuat oleh Intel Corp dalan sengketa paten.

Investor juga masih mencerna indeks keyakinan konsumen yang memperlihatkan pelemahan untuk bulan Maret, serta data perumahan yang kurang bagus dari yang diharapkan pada bulan Februari.

Sementara sahan Karnaval Corp jatuh 8,7% usai perusahaan memangkas proyeksi laba tahunan. Volume perdagangan bursa sahan AS mencapai sebesar 6,55 miliar saham, atau lebih rendag dibandingkan dengan rata-rata 7,66 miliar untuk sesi penuh selama 20 terakhir hari perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
20 menit yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
51 menit yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
1 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
2 jam yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
3 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
6 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved