Tahun Politik, AAJI Bidik Pertumbuhan Premi Capai 20%

Kamis, 28 Maret 2019 - 20:28 WIB
Tahun Politik, AAJI...
Tahun Politik, AAJI Bidik Pertumbuhan Premi Capai 20%
A A A
JAKARTA - Tahun politik tak menyurutkan optimisme Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Mereka menargetkan pertumbuhan pendapatan premi asuransi jiwa 10-20% di 2019.

"Kami optimistis pendapatan premi tumbuh sekitar 10-20%. IHSG bulan Februari 2019 sudah menunjukkan perbaikan," klaim Kepala Departemen Keuangan dan Pajak AAJI, Simon Imanto.

Dia menjelaskan, sepanjang tahun lalu AAJI mencatat perlambatan 19,4% atau senilai Rp204,89 triliun. Hal itu berasal dari 59 perusahaan asuransi.

Perlambatan tersebut disebabkan karena pengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi global dan nasional saat itu. Namun, pertumbuhan hasil investasi pada kuartal IV/2018 dapat dikatakan terus meningkat, dan ini yang memberi rasa optimistis di tahun 2019.

"Kondisi itu menunjukkan IHSG sudah menguat dan industri mulai yakin hasil investasi akan semakin membaik," tambah Simon.

Di sisi lain, Nini Sumohandoyo, Kepala Departemen Komunikasi AAJI, mengatakan, jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa berlisensi meningkat 0,2% menjadi 585.761 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 584.469 orang. Rinciannya, 90,3% dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan.

Saluran keagenan meningkat 0,03% menjadi 528.902 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 528.744 orang; Bancassurance meningkat 4,1% menjadi 30.002 orang dibandingkan periode sama tahun lalu 28.834 orang; dan saluran alternatif melambat 0,1% menjadi 26.857 orang dibandingkan periode 2018 sebanyak 26.891 orang.

"AAJI dan industri asuransi jiwa akan terus berusaha untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bisnis asuransi, dengan merekrut tenaga pemasaran berlisensi yang handal dan berkualitas," katanya.

Selain itu, sambung dia, ada lima jenis investasi dengan proporsi terbesar terhadap total investasi pada kuartal empat 2018. Pertama, investasi reksadana sebesar 33,8%. Kedua, ada investasi saham sebesar 32,9 %.

Selanjutnya, ada investasi surat berharga negara sebesar 14,4%. Adapula, deposito sebesar 8,6% dan terakhir, investasi sukuk korporasi sebesar 6,2%.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Insentif Pajak Bagi...
Insentif Pajak Bagi Pemegang Polis Dinanti di Tengah Pagebluk Covid-19
BRINS Dinobatkan Sebagai...
BRINS Dinobatkan Sebagai Asuransi Terbaik 2021
Lampaui Kinerja Pra-Pandemi,...
Lampaui Kinerja Pra-Pandemi, Industri Asuransi Jiwa Raih Pendapatan Rp62 Triliun
Ckckck, Kuartal I Pendapatan...
Ckckck, Kuartal I Pendapatan Asuransi Jiwa Naik Lebih dari 13 Ribu Persen
Pertumbuhan Klaim dan...
Pertumbuhan Klaim dan Manfaat Industri Asuransi Jiwa Capai 23,5%
Jumlah Klaim Asuransi...
Jumlah Klaim Asuransi Jiwa Terus Meningkat
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
31 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
55 menit yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
1 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
2 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
2 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
3 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved