Produk Kerajinan Indonesia Masih Menjadi Primadona di Jepang

Sabtu, 06 April 2019 - 18:28 WIB
Produk Kerajinan Indonesia...
Produk Kerajinan Indonesia Masih Menjadi Primadona di Jepang
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan terus berupaya mendorong ekspor produk kerajinan ke Jepang. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bekerjasama dengan Japan External Trade Organization (Jetro), Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (ASEPHI), serta Forum Meubel, Kerajinan dan Seni (Formekers) Yogyakarta menyelenggarakan seminar sehari dengan tema "Penetrasi Produk Kerajinan Indonesia ke Pasar Jepang" di Yogyakarta.

"Seminar ini merupakan salah satu upaya meningkatkan ekspor produk kerajinan Indonesia ke pasar Jepang. Dalam seminar ini, pelaku usaha mendapatkan informasi mengenai selera konsumen Jepang dan kiat-kiat berbisnis dengan importir Jepang," ungkap Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Marolop menjelaskan, kurangnya pemahaman pelaku usaha terhadap tren dan preferensi konsumen Jepang yang memiliki keunikan dengan tingkat kualitas yang tinggi, membuat pelaku usaha kerajinan Indonesia mengalami kesulitan dalam menembus pasar Jepang.

Selain itu, kurangnya konsistensi terhadap kualitas dan proses produksi yang masih manual menjadi kendala sektor kerajinan Indonesia dalam memenuhi standar pasar Jepang.

Namun demikian, pasar Jepang masih menjadi andalan bagi sektor kerajinan Indonesia. Indonesia saat ini menjadi pemasok terbesar ketujuh untuk produk kerajinan ke Jepang dengan nilai USD49,07 juta di tahun 2018.

Jika dibandingkan negara lainnya, Indonesia memiliki keunggulan tersendiri dengan berlimpahnya bahan baku alami, harga produk kerajinan yang cukup bersaing di pasar internasional, desain produk yang kreatif dan bernilai seni tinggi.

Apalagi, konsumen Jepang memandang suatu produk memiliki konsep "pleasurable, memorable, and meaningful". Jepang mempunyai kriteria khusus yang harus diperhatikan produsen kerajinan Indonesia. Kriteria tersebut antara lain desain yang minimalis, warna yang natural, sederhana, berukuran tidak terlalu besar, bertekstur halus, tidak ada tambahan bahan kimia dan tidak berbau tajam, serta memprioritaskan kualitas.

Selain itu, produk kerajinan yang dijual harus praktis dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mengikuti siklus musim di Jepang, serta dapat dikemas sebagai kado atau hadiah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Mengintip Peluang Besar...
Mengintip Peluang Besar Pasar Ekspor ke Jepang
Trade Expo ke-36 Resmi...
Trade Expo ke-36 Resmi Digelar, Mendag Bangga Ekspor RI Tinggi
Mendag: RI Bukukan Potensi...
Mendag: RI Bukukan Potensi Ekspor Rempah Rp9,6 Miliar
Ekspor Cangkang Sawit...
Ekspor Cangkang Sawit Terdongkrak Kebijakan Energi Jepang
Ini Strategi Kementerian...
Ini Strategi Kementerian Perdagangan Dongkrak Ekspor Nasional
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
56 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
2 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
3 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved