Kemendag Promosikan Potensi Beras Organik Serdang Bedagai

Sabtu, 06 April 2019 - 21:39 WIB
Kemendag Promosikan...
Kemendag Promosikan Potensi Beras Organik Serdang Bedagai
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara sepakat mempromosikan potensi beras organik sebagai komoditas unggulan ekspor dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

"Kerjasama ini dilakukan mengingat besarnya potensi dan peluang Indonesia yang kaya akan sumber daya genetik menjadi produsen organik terkemuka di Asia. Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia dapat menghasilkan produk asli yang tergolong organik. Melalui kerjasama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk bersaing di pasar internasional," jelas Dirjen PEN, Arlinda di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Kabupaten Sergai dikenal menghasilkan beras organik kualitas unggul yaitu Sri Wangi dengan varietas beras putih, hitam, dan merah. Kabupaten Sergai juga merupakan salah satu wilayah di Sumatra Utara yang memiliki lahan persawahan luas, dinilai berhasil mendukung swasembada pangan nasional dan menjadi salah satu lumbung beras di Provinsi Sumatra Utara.

Arlinda menyampaikan, pasar produk organik dunia terus tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir dengan laju pertumbuhan sebesar 15% per tahun. Tahun 2017, pasar produk organik dunia mencapai 92 milliar euro. Sementara itu, Indonesia memiliki 17.948 produsen organik dengan total lahan seluas 208 ribu hektar. Adapun pangsa pasarnya sebesar 0,4% dari pangsa pasar dunia.

Namun, dengan lahan yang berpotensi untuk pengembangan pertanian organik, Indonesia belum mampu menjadi 10 besar negara yang menembus pangsa pasar di tingkat Asia.

Sementara itu, Bupati Sergai, Soekirman, menyampaikan Kabupaten Sergai mempunyai komitmen dalam mengembangkan pertanian organik dan sangat aktif untuk mempromosikan komoditas tersebut.

Soekirman berharap, Pemerintah Pusat dapat mengambil bagian dalam pengembangan bidang pertanian organik, baik dalam hal sertifikasi serta teknik usaha tani maupun kemudahan dalam memasarkan produk-produknya khususnya di pasar internasional.

Pemerintah Kabupaten Sergai juga menjadi salah satu anggota Asia Local Government For Organic Agriculture (ALGOA) yang berpusat di Korea Selatan. Tujuan keanggotaannya untuk menyuarakan petani negara berkembang agar dapat membangun gerakan pertanian yang sejajar dengan petani organik yang sudah lebih maju, seperti di India dan Jepang. ALGOA beranggotakan 18 negara, antara lain Australia, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris.

Menilik kesuksesan pertanian organik di Kabupaten Sergai, Soekirman mendorong kepala daerah lainnya untuk dapat mengaplikasikan pertanian organik di wilayahnya. Karena memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan memberikan taraf perekonomian yang lebih baik. Hingga saat ini, daerah di Sumatra Utara yang sudah mulai melakukan pertanian organik adalah Kabupaten Binjai, Kabupaten Tebing Tinggi, dan Pematang Siantar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Stok Beras 3,3 Juto...
Stok Beras 3,3 Juto Ton, Kemendag Pastikan Aman hingga Lebaran
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Pasokan Beras Dipastikan...
Pasokan Beras Dipastikan Cukup hingga Juli 2020
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Tak Hanya Ketupat, Ini...
Tak Hanya Ketupat, Ini 8 Makanan Khas Lebaran Terbuat dari Beras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved