Proses Konstruksi Hunian Lebih Nyaman dan Hemat Energi

Minggu, 07 April 2019 - 06:22 WIB
Proses Konstruksi Hunian...
Proses Konstruksi Hunian Lebih Nyaman dan Hemat Energi
A A A
JAKARTA - Pesatnya perkembangan teknologi ikut memengaruhi tren konstruksi pembangunan yang semakin praktis dan efisien, tanpa mengurangi keindahan. Era arsitektur 4.0 ikut mengubah rancang bangun dan memengaruhi percepatan pembangunan tanpa merusak alam.

Arsitektur 4.0 merupakan suatu rancangan berbasis data dan informasi yang terkoneksi dengan internet. Teknologi 4.0 memberikan nilai kepraktisan dan efisiensi dalam proses pengerjaannya. Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan, pola arsitektur 4.0 sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu.

Hal itu terlihat dari banyaknya pengembang yang sudah mulai menawarkan sistem smart home atau smart apartment. “Jika dihitung berdasarkan persentase, penggunaannya sudah hampir 70% pembangunan menggunakan sistem arsitektur 4.0. Sebagai contoh, penggunaan virtualisasi sistem yang merupakan aplikasi untuk merancang bangunan," kata Yayat kepada KORAN SINDO.

Penerapan arsitektur 4.0 dinilai lebih efisien dalam waktu pengerjaan. Bila dibandingkan cara konvensional, hasilnya akan jauh lebih cepat sekitar 50% untuk pembangunan yang sesuai dengan desain yang diinginkan. Dari segi konstruksi, menurut Yayat, era arsitektur 4.0 mampu mempercepat pembangunan dan mengurangi penggunaan sumber daya alam hingga 70%.

Di samping itu, pola arsitektur 4.0 sudah bisa diterapkan untuk tempat tinggal, baik dalam segi bahan material maupun penggunaan fitur, agar hunian mampu membuat para penghuninya merasa nyaman. Associate Director Colliers Internasional, Ferry Salanto, mengungkapkan, banyak yang sudah mengembangkan hunian berkonsep kekinian yang nyaman dan hemat energi.

“Khususnya yang berada di kota-kota mandiri. Mereka menerapkan pola arsitektur 4.0 untuk hunian, seperti Nava Park yang berada di kawasan BSD City Tanggerang, PanaHome Deltamas di kawasan Cikarang, dan PP Properti di Bekasi,” tuturnya. Menurut Ferry, pada dasarnya penerapan arsitektur 4.0 untuk hunian sangat efektif karena mampu menghemat proses pengerjaan dan biaya.

Karena semua sistemnya sudah dikerjakan secara siber. Di sisi lain, untuk penggunaan bahan material ?arsitektur 4.0 lebih mengedepankan inovasi dari segi pengolahan hingga pengaplikasiannya. Perwakilan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Junita Bahari Nonci, mengatakan, bahan bangunan yang mengusung konsep arsitektur 4.0 memiliki banyak mendatangkan untung bagi kalangan arsitek dan desainer interior.

Salah satunya memanfaatkan sistem virtual reality yang mampu menampilkan gambaran nyata tentang desain tersebut. “Bahan material berteknologi ini cukup kuat dan ramah lingkungan karena setiap bahannya dibuat dengan akurasi yang semuanya sudah dikerjakan dengan teknologi,” paparnya.

Juanita memberikan contoh. Saat ini penggunaan kayu sebagai fondasi utama suatu bangunan sudah mulai berkurang dan digantikan dengan baja bermotif cetak tiga dimensi (3D). Ketahanan terhadap gempa pun cukup kuat jika dibandingkan dengan penggunaan kayu konvensional. Memang bukan hanya menawarkan kemudahan dan akurasi, teknologi ini memiliki beberapa kekurangan.

Salah satunya harga peranti lunak yang mahal, terlebih di Indonesia belum tersedia. “Karena semua pengerjaannya menggunakan sistem cyber, otomatis ikut memengaruhi harga jual bahan material yang dihasilkan. Misalkan saja pintu yang terbuat dari baja dengan tampilan serat kayu asli dijual dengan harga sekitar Rp7 juta sampai Rp?10 juta,” ungkap Juanita.

Meskipun teknologi yang ditawarkan mampu mengurangi biaya gambar dan revisi di lapangan, penggunaan biaya untuk software tetap harus sewa dan itu membutuhkan dana besar. “Kekurangan yang mendasar dari arsitektur 4.0 ini adalah besarnya dana yang dibutuhkan untuk melatih para tenaga kerja di lapangan. Terkecuali jika bisa dimanfaatkan dengan baik, hasilnya bisa lebih efektif dan menghemat biaya hingga 20%,”
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri 4.0 Indonesia...
Industri 4.0 Indonesia Mendunia
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
3 Pertimbangan Penting...
3 Pertimbangan Penting dalam Memodernisasi Keamanan Fasilitas Industri
Teknologi AI dan IoT...
Teknologi AI dan IoT hadir di Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022
Maksimalkan Teknologi...
Maksimalkan Teknologi Digital, iFortepreneur 4.0 2022 Digelar
Revolusi Industri 4.0,...
Revolusi Industri 4.0, Generasi Muda Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
12 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
27 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved