Kementan Pacu Pengembangan Sentra Sayuran Organik di Karanganyar

Minggu, 21 April 2019 - 10:02 WIB
Kementan Pacu Pengembangan...
Kementan Pacu Pengembangan Sentra Sayuran Organik di Karanganyar
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu peningkatan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman sayuran yang memiliki potensi pasar supermarket bahkan ekspor.

Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi mengatakan, Indonesia sangat kaya akan komoditas tanaman sayuran dan budidayanya tersebar di berbagai daerah. Salah satunya yang tengah dikembangkan adalah di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Daerah ini menjadi sentra tanaman sayuran organik dengan berbagai jenis tanaman pakcoy, seledri, kacang capri, cabai, wortel, bawang daun dan lainnya, di samping sayuran biasa," kata Suwandi dalam keterangan tertulis, Minggu (21/4/2019).

Suwandi menyebutkan Kementan hingga saat ini terus mendorong sentra-sentra tanaman sayuran sejenis di daerah lain agar produksi dan volume ekspor semakin meningkat. Tanaman sayuran tumbuh subur di dataran tinggi, seperti di Brastagi, Solok, Kerinci, Puncak, Lembang, Pangalengan, Ciwidey, Magelang, Sleman, Wonosobo, Tawangmangu, Batu Malang, Enrekang, Modoinding dan lainnya.

"Kita targetkan dan dorong sayuran berkualitas, sayuran organik, ramah lingkungan dan menyehatkan, hingga masuk supermarket dan bahkan ekspor agar pendapatan petani dan negara meningkat," ujarnya.

Menurut Hartono, petani sayuran organik Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, sayuran organik dihargai lebih mahal. Misalnya, papar dia, seledri dalam ikat seberat 2 ons, harga 5 ikat setara Rp27.500 per kg, pakcoy seharga Rp15.000 per kg dan kacang kapri Rp50.000 per kg. Di sisi lain, biaya produksi organik lebih efisien karena tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimiawi.

"Sayur organik ini sudah sarana pasca panen dan packing-nya, rutin masuk swalayan atau supermarket, sedangkan sayuran nonorganik masuk pasar biasa tradisional," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar Supramnaryo menuturkan, kawasan pertanian di Tawangmangu ini tidak hanya menjadi sentra budidaya sayur-sayuran, tetapi juga sentra tanaman hias seperti krisan, anggrek, antorium, bonsai dan 130 jenis tanaman hias lainnya yang melibatkan 850 pedagang memasok ke seluruh Indonesia.

"Desa Nglebak sentra sayuran organik sedangkan Desa Nglurah dinobatkan sebagai desa wisata tanaman hias di Tawangmangu," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duta Petani Milenial,...
Duta Petani Milenial, Shofyan Adi Cahyono Siap Jadi Mitra Kementan
Tingkatkan Penghasilan...
Tingkatkan Penghasilan Petani, GGN Jatim Gelar Workshop di Ngawi
Kementan Masifkan Penggunaan...
Kementan Masifkan Penggunaan Pupuk Organik, Alternatif Genjot Produktivitas
Upaya Perusahaan Tambang...
Upaya Perusahaan Tambang Mendorong Pertanian Organik
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Inovasi dari Kalsel...
Inovasi dari Kalsel Ini Mampu Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
52 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved