Upaya Perusahaan Tambang Mendorong Pertanian Organik
Selasa, 27 Desember 2022 - 20:02 WIB
loading...
Hasil pertanian organik dinilai lebih baik dibanding konvensional. Foto/Ilustrasi/AgriFarming
A
A
A
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, di banyak negara, termasuk Indonesia, industri pertambangan menjadi sorotan terkait lingkungan, sosial dan tata kelola (environmental, social and governance/ ESG ). Bagi industri pertambangan, salah satu hasil yang diharapkan dari penerapan ESG adalah semakin meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk memperlihatkan keberadaan mereka dan mendokumentasikan kinerja perusahaan melalui pemberian informasi sosial dan lingkungan, sekaligus memastikan bahwa mereka memberikan kontribusi yang setara kepada masyarakat luas.
Baca juga: PBB Sebut Aktivitas Perusahaan Tambang Mempercepat Terjadinya Kiamat
PT Vale Indonesia (PTVI), sebagai pengelola lahan pertambangan nikel tertua di Indonesia, percaya bahwa program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) merupakan faktor penting untuk memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasional dapat hidup dan bertumbuh secara berkelanjutan. Salah satu inisiatif PTVI yang paling intensif adalah mendukung pertanian lokal dan mengubah kegiatan budidaya pertanian petani di sekitar area tambang ke metode organik.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, PTVI telah menyalurkan total Rp40 miliar pada tahun 2021 untuk pengembangan masyarakat dan peningkatan fasilitasi sosial. Salah satu program utamanya adalah pertanian organik di sekitar area pertambangan.
Febriany Eddy, CEO PT Vale Indonesia, mengatakan sejak tahun 2015, PTVI menjadikan pertanian organik sebagai salah satu program PPM yang terfokus untuk mendukung pengembangan masyarakat lokal. PTVI percaya bahwa keberlanjutan adalah identitas inti dari perusahaan untuk meningkatkan kehidupan dan mengubah masa depan bersama atau ‘Vale Purpose’.
"Dengan pengalaman selama 54 tahun beroperasi di Sulawesi Selatan, PTVI terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi masyarakat setempat dengan memastikan keseimbangan antara kemakmuran ekonomi, konservasi ekologi, dan dampak sosial,” jelas Febriany Eddy, CEO PT Vale Indonesia, dalam keterangannya, Selasa (27/12/2022).
Pada tahun 2021, total ada 43.205 penerima bantuan langsung dan kurang lebih 172.820 penerima bantuan tidak langsung dari seluruh program PPM di seluruh wilayah operasional PTVI. Salah satu program PPM yang menjadi fokus adalah penerapan konsep System of Rice Intensification (SRI) Organik di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Baca juga: PBB Sebut Aktivitas Perusahaan Tambang Mempercepat Terjadinya Kiamat
PT Vale Indonesia (PTVI), sebagai pengelola lahan pertambangan nikel tertua di Indonesia, percaya bahwa program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) merupakan faktor penting untuk memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasional dapat hidup dan bertumbuh secara berkelanjutan. Salah satu inisiatif PTVI yang paling intensif adalah mendukung pertanian lokal dan mengubah kegiatan budidaya pertanian petani di sekitar area tambang ke metode organik.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, PTVI telah menyalurkan total Rp40 miliar pada tahun 2021 untuk pengembangan masyarakat dan peningkatan fasilitasi sosial. Salah satu program utamanya adalah pertanian organik di sekitar area pertambangan.
Febriany Eddy, CEO PT Vale Indonesia, mengatakan sejak tahun 2015, PTVI menjadikan pertanian organik sebagai salah satu program PPM yang terfokus untuk mendukung pengembangan masyarakat lokal. PTVI percaya bahwa keberlanjutan adalah identitas inti dari perusahaan untuk meningkatkan kehidupan dan mengubah masa depan bersama atau ‘Vale Purpose’.
"Dengan pengalaman selama 54 tahun beroperasi di Sulawesi Selatan, PTVI terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi masyarakat setempat dengan memastikan keseimbangan antara kemakmuran ekonomi, konservasi ekologi, dan dampak sosial,” jelas Febriany Eddy, CEO PT Vale Indonesia, dalam keterangannya, Selasa (27/12/2022).
Pada tahun 2021, total ada 43.205 penerima bantuan langsung dan kurang lebih 172.820 penerima bantuan tidak langsung dari seluruh program PPM di seluruh wilayah operasional PTVI. Salah satu program PPM yang menjadi fokus adalah penerapan konsep System of Rice Intensification (SRI) Organik di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Lihat Juga :