Hingga Maret 2019, Realisasi Bantuan Sosial Mencapai Rp36,97 Triliun

Selasa, 23 April 2019 - 00:37 WIB
Hingga Maret 2019, Realisasi...
Hingga Maret 2019, Realisasi Bantuan Sosial Mencapai Rp36,97 Triliun
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) sampai Maret 2019 mencapai Rp36,97 triliun. Jumlah ini tumbuh 106,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kata Kemenkeu, pertumbuhan penyaluran Bansos ini tidak ada kaitannya dengan tahun politik.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, menekankan meroketnya realisasi Bansos tidak terkait kepentingan tahun politik. Tahun ini, pemerintah memang sudah menganggarkan dana Rp224,41 triliun untuk Bansos.

"Bansos kita di tahun 2019, anggarannya memang lebih tinggi," ujar Luky di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Luky menjelaskan, ada tiga alasan utama realisasi pencairan Bansos meroket. Pertama, adanya pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) sampai dengan tahap ke II, dengan peningkatan indeks pada komponen kesehatan dan pendidikan sebesar 100%.

"Kita tambah PKH sehingga volumenya meningkat. Hal ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok," katanya.

Yang kedua ialah adanya percepatan pencairan iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sudah dibayar sampai dengan Mei 2019. Pencairan iuran PBI dilakukan dengan cara pelunasan kesehatan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Kami percepat pelunasan kesehatan ke BPJS untuk selesiakan kewajiban kita yang telah diatur PMK (Peraturan Menteri Keuangan)," ucapnya.

Selain itu, adanya realisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan realisasi Bansos lainnya, antara lain Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bidikmisi, disebut menjadi alasan-alasan utama realisasi penyaluran Bansos meroket.

"BPNT juga eksekusi, sehingga dampak ke masyarakat betul-betul nyata. Selama inikan banyak ditanya kenapa anggaran kita lambat penyerapannya. Jadi kita percepat agar manfaat pelaksanaannya lebih baik," tutur Luky.

Dan dengan ini, Kemenkeu menegaskan tidak ada kaitannya dengan tahun politik. "Anggaran Kementerian Sosial bisa kita lihat jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Sehingga ini betul-betul tidak kaitannya dengan Pemilu," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rp16,4 Triliun Dicairkan...
Rp16,4 Triliun Dicairkan Pemerintah untuk Bansos PKH
Paling Baik, Penyaluran...
Paling Baik, Penyaluran Anggaran Perlindungan Sosial Sudah 34,06%
Menkeu Usul Tambahan...
Menkeu Usul Tambahan Dana Bantuan Sosial Rp255,1 Triliun
Dikorupsi, Kemenkeu...
Dikorupsi, Kemenkeu Bakal Awasi Ketat Bansos
Buat Kaum Hawa, Menkeu...
Buat Kaum Hawa, Menkeu Punya Bansos Khusus Perempuan Nih
Kemenkeu Perpanjang...
Kemenkeu Perpanjang Bansos Corona Hingga Akhir Tahun
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
5 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
5 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
7 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
7 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
8 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved