Masih Mahal, Tantangan Terbesar Populerkan Mobil Listrik

Minggu, 28 April 2019 - 11:01 WIB
Masih Mahal, Tantangan...
Masih Mahal, Tantangan Terbesar Populerkan Mobil Listrik
A A A
JAKARTA - Hadirnya mobil listrik di dalam negeri diyakini akan mendorong diversifikasi bahan bakar kendaraan dari bahan bakar minyak (BBM) ke listrik yang akan berdampak signifikan bagi peningkatan kualitas udara. Tak hanya itu, keberadaan mobil listrik juga akan menurunkan volume impor BBM yang membebani neraca dagang.

Karena nilai strategis inilah pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik yang memiliki emisi rendah hingga dapat bersaing dengan kendaraan konvensional. Namun, pemerintah juga mengakui ada tantangan besar untuk mempopulerkan mobil listrik di dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat berkesempatan melakukan uji coba mobil listrik jenis crossover yang dinamai EVHERO dan jenis Sportcar V8 VADI besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

"Tantangan terbesar mobil listrik adalah masalah harga. Kalau harga mobil listriknya Rp1,5 miliar, siapa yang mau beli? Atau Rp750 juta, siapa yang bisa beli? Itu kan dua kali harga (mobil jenis) Kijang," ungkap Jonan seperti dikutip dalam laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (28/4/2019).

Menurut Jonan, mobil listrik sangat diperlukan karena konsumsi BBM terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor juga penguatan infrastuktur jalan raya. "Di kemudian hari pasti konsumsi BBM-nya ini akan naik terus. Kita lihat bisa nggak produksi minyak nasional ini mengimbangi kenaikan kebutuhan atau konsumsi BBM, saya kira tidak mudah. Nah, salah satu jalan untuk mengurangi impor BBM atau impor minyak mentah itu adalah dengan mobil listrik," ujarnya.

Mobil listrik diyakini Jonan akan dapat mengurangi polusi dan impor BBM secara signifikan jika pemakaiannya sudah massif karena bahan bakarnya adalah listrik yang seluruh komponen untuk penyediaan listriknya tersedia di dalam negeri.

"Seluruh sumber energi primer untuk pembangkit listrik seluruhnya ada di dalam negeri seperti batubara, matahari, gas bumi, panas bumi, angin dan air. Semuanya ada dan dimiliki Indonesia, sehingga impor BBM-nya semakin hari tidak semakin tinggi. Tugas kita mengendalikan agar impor BBM-nya dalam kapasitas yang terukur, karena kalau tidak, semakin lama semakin tinggi," jelas Jonan.

Terkait dengan ketersediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk charging mobil listrik, Menteri Jonan memastikan akan tercukupi karena menurut Jonan itu saat ini cadangan listrik terpasang sudah lebih dari 30% dan menyediakan SPLU bagi PLN sama seperti menjual listrik biasa.

"Cadangan listrik terpasang saat ini sudah mencapai lebih dari 30% karena itu jika ditanyakan apakah listriknya tersedia untuk membangun fasilitasi SPLU, saya jawab cukup karena listriknya sama. Membangun fasilitas charging itu gampang, kalau mau PLN itu bisa bangun lebih dari sekarang yang sudah mencapai 1.600 SPLU di Jabodetabek dan kota besar. Termasuk membangun SPLU di luar Jawa, jika ada demand-nya kendaraan listrik kita siap," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inggris Sulap Tiang...
Inggris Sulap Tiang Penerangan Jadi Charger Mobil Listrik, Pesan Menohok Jonan: Efisien dan Logis
Kementerian ESDM Tegaskan...
Kementerian ESDM Tegaskan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Lampaui Target
Ignasius Jonan Resmi...
Ignasius Jonan Resmi Duduki Kursi Komisaris Unilever
Mengenal Ignasius Jonan,...
Mengenal Ignasius Jonan, Sosok Pembawa Perubahan KAI
Kementerian ESDM Siapkan...
Kementerian ESDM Siapkan Aturan Pertambangan Terkait Mobil Listrik
Kementerian ESDM Usul...
Kementerian ESDM Usul Pengguna Mobil Listrik Gratis Masuk Tol
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
5 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
41 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved