Optimistis Laba Tembus Rp600 M, Saham PP Presisi Direkomendasikan Beli

Selasa, 07 Mei 2019 - 10:49 WIB
Optimistis Laba Tembus...
Optimistis Laba Tembus Rp600 M, Saham PP Presisi Direkomendasikan Beli
A A A
JAKARTA - Manajemen PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan laba bersih mencapai Rp600 miliar sepanjang tahun ini. Kalangan analis optimistis, target laba tersebut bisa terealisasi.

Menurut Reza Priyambada, Senior Adviser CSA Research Institute, PPRE harus bisa menjaga momentum pertumbuhan kinerja yang berhasil dicapai pada kuartal I 2019, agar terus berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya.

"Bisa saja, dimungkinkan tercapai target laba Rp600 miliar. Dengan asumsi pertumbuhan tinggi tersebut dapat terjaga di sejumlah kuartal lainnya yang juga didukung oleh perolehan pendapatannya," ujar Reza, di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Seiring tingginya target laba Perseroan, secara otomatis kata Reza, earning per share (EPS) PPRE akan meningkat. Untuk itu, kepada para investor, Reza merekomendasikan beli saham PPRE. "Kalau melihat target tersebut, maka PPRE dapat direkomendasikan untuk beli," terang Reza.

Untuk mencapai target pertumbuhan pendapatan dan laba, sebelumnya Benny Pidakso, Direktur Keuangan PPRE pernah mengatakan, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) selaku induk akan memberikan kontrak lebih banyak ke Perseroan. "Jadi terkendali. PTPP akan memberikan kontrak tambahan untuk dikerjakan PPRE sebesar Rp3 triliun di 2019. Itu kontrak tambahan diluar RKAP awal," jelasnya.

Pada kuartal I 2019, PPRE berhasil membukukan peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 54,6% menjadi Rp92,2 miliar dibandingkan Rp59,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Benny, kenaikan laba secara tajam ini menambah keyakinan manajemen akan mampu mencapai target laba lebih dari Rp600 miliar tahun ini. "Sehingga EPS PPRE di tahun 2019 menjadi Rp60 per saham," ujarnya.

Adapun marjin laba PPRE pada kuartal I 2019 tercatat melonjak menjadi 11,65% dibandingkan 9,55% pada periode yang sama tahun 2018. Kenaikan marjin laba PPRE lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri.

Benny mengatakan, pertumbuhan laba perusahaan kontraktor yang fokus ke pekerjaan sipil dan struktur bangunan itu, antara lain ditopang oleh peningkatan pendapatan. Pada kuartal I 2019, PPRE meraih pendapatan sebesar Rp867 miliar, melejit 39% dibandingkan Rp623,6 miliar pada kuartal I 2018.

Peningkatan pendapatan anak usaha PTPPl itu, berasal dari order book yang sedang dikerjakan senilai Rp12,8 triliun. Order book ini terdiri dari kontrak baru PPRE per Maret 2019 sebesar Rp1,61 triliun dan carry over tahun 2018 sekitar Rp11,2 triliun. "Sebagian besar pendapatan atau lebih dari 80%, berasal dari segmen konstruksi. Sisanya adalah dari persewaan peralatan dan ready mix," terang Benny.

Jika ditinjau dari sisi geografis, lanjut dia, pendapatan terbesar PPRE dikontribusikan oleh wilayah Sumatera. Di kawasan tersebut, PPRE diantaranya sedang mengerjakan proyek bendungan Way Sekampung dan Formwork Pollux Batam. Sementara itu, tahun 2019, PPRE menargetkan pendapatan sebesar Rp4,2 triliun. Angka ini naik 37,6% dibandingkan realisasi pendapatan Perseroan sepanjang tahun 2018.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
92% Kontrak Baru PP...
92% Kontrak Baru PP Presisi Tercapai pada Juli 2021
Jebolan Geologi Merapat!...
Jebolan Geologi Merapat! Ada Lowongan Kerja di PT PP Presisi Tbk
Catatkan Kinerja Positif...
Catatkan Kinerja Positif di Kuartal I-2023, Laba Bersih PPRE Naik 20 Persen
Telan Rp1,2 Triliun,...
Telan Rp1,2 Triliun, PPRE Optimistis Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3 Beroperasi Akhir Juli
Pemegang Saham PP Presisi...
Pemegang Saham PP Presisi Akan Menerima Dividen Tunai Rp1,15 Per Saham
6 Jurusan Kuliah yang...
6 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Banyak Bekerja di PT PP Presisi, Didominasi Prodi Teknik
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
41 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
51 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi C-130J-30,...
Spesifikasi C-130J-30, Raksasa Langit TNI AU yang Tembus Langit Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved