Pemerintah Pertimbangkan Sistem Satu Arah Mulai Cikampek hingga Brebes

Rabu, 08 Mei 2019 - 04:28 WIB
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Sistem Satu Arah Mulai Cikampek hingga Brebes
A A A
BANDUNG - Pemerintah berencana menerapkan sistem satu arah di Tol Trans Jawa, mulai Cikampek hingga Brebes untuk mengantisipasi arus mudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ke berbagai wilayah di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Rencana penerapan sistem satu arah itu dikemukakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Angkutan Lebaran Tahun 2019 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (7/5/2019). Opsi satu arah akan diberlakukan mulai Km 29 (Cikampek) hingga Km 260 (Brebes).

Budi Karya Sumadi mengatakan, pemberlakuan sistem satu arah ini sebagai upaya antisipasi pergerakan arus mudik melalui jalur darat yang diprediksi cukup tinggi menyusul telah beroperasinya Tol Trans Jawa.

"Ini dipicu (selesainya pembangunan) jalan tol dari Jakarta-Semarang-Solo sampai Surabaya. Jadi, preferensi masyarakat untuk mudik lewat jalur darat ini banyak sekali," ungkap Budi seusai rakor.

Melalui kebijakan satu arah ini, Budi berharap, kecepatan dan kapasitas kendaraan di Tol Trans Jawa akan lebih tinggi. Dengan begitu, jarak tempuh pemudik dari Jabodetabek ke Jabar dan Jateng akan lebih baik.

Apabila kebijakan tersebut diputuskan pekan ini, lanjut Budi, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi, terutama di daerah-daerah yang menerima limpahan kendaraan pemudik dari jalur satu arah ini.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menekankan, pihaknya memberikan perhatian khusus bagi keselamatan pemudik. Oleh karenanya, Budi meminta Dinas Perhubungan di setiap daerah dan jajaran kepolisian untuk mengawasi kecepatan kendaraan pemudik, terutama pemudik yang menggunakan sepeda motor.

"Keselamatan ada dua hal pokok, membatasi kecepatan dengan memberikan rambu dan kendala-kendala tertentu, terutama di jalan tol," kata Budi seraya mengatakan, sesuai arahan Presiden, tema mudik kali "Mudik Selamat Guyub Rukun".

"Kami juga berharap, saudara-saudara kita yang menggunakan motor seyogyanya tidak menggunakan karena itu berbahaya. 70% kecelakaan (mudik) karena motor, karenanya pemerintah konsekuen mengadakan progam mudik gratis," pungkas Budi.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta seluruh pemangku kepentingan segera menyosialisasikan rencana tersebut jika sudah diputuskan. Dia berharap, kebijakan ini dapat mengurai kemacetan, khususnya di jalur utara Jabar.

"Kami memberikan arahan jangan terulang lagi permasalahan di tahun lalu, ini sudah diantisipasi. Konsep satu arah sedang diatur berapa lamanya, berapa harinya, sedang diatur," terang Emil, sapaan akrabnya.

"Kuncinya adalah sosialisasi. Jadi, saya apresiasi media kalau nanti sudah diputuskan betul-betul menyosialisasikan konsep baru yang namanya satu arah," sambungnya.

Emil menjelaskan, rencana kebijakan ini juga berkaitan dengan pengerjaan beberapa proyek infrastruktur di Tol Cikampek. Menurut dia, proyek-proyek tersebut akan berhenti sementara pada H-7 dan H+7 Lebaran nanti.

"Tadi sudah diputuskan penghentian proyek, ada empat proyek besar di sepanjang jalur Jakarta menuju Bekasi. Itu H-7 dan H+7 akan dihentikan supaya tidak ada kegiatan," pungkas Emil.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mudik Dilarang, Kementerian...
Mudik Dilarang, Kementerian Perhubungan Siapkan Skema Pembatasan Jalan Tol
Mudik Dilarang, Luhut:...
Mudik Dilarang, Luhut: Jalan Tol Tidak Ditutup Tapi Dibatasi
Menhub Sebut Tol Cisumdawu...
Menhub Sebut Tol Cisumdawu Dibatasi Demi Urai Kepadatan di Cipali
Larangan Mudik, Kemenhub:...
Larangan Mudik, Kemenhub: Tidak Ada Penutupan Jalan Nasional dan Tol
Mudik Dilarang Mulai...
Mudik Dilarang Mulai Besok, Angkutan Logistik Boleh Lewat Jalan Tol
Tarif Tol Bisa Gratis...
Tarif Tol Bisa Gratis Jika Terjadi Kemacetan Panjang Saat Mudik Lebaran
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
9 jam yang lalu
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
10 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
10 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
10 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
10 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved