PKT Bisa Jadi Solusi Hadapi Ketidakpastian Harga Industri Kelapa Sawit

Jum'at, 10 Mei 2019 - 01:29 WIB
PKT Bisa Jadi Solusi...
PKT Bisa Jadi Solusi Hadapi Ketidakpastian Harga Industri Kelapa Sawit
A A A
MEDAN - Dalam menghadapi ketidakpastian harga industri kelapa sawit, PT Propadu Konair Tarahubun menawarkan berbagai solusinya kepada para pengusaha atau petani sekalipun. Solusi tersebut bernama Plantation Key Tehnology (PKT).

Solusi ini dibuat seiring penolakan negara-negara Uni Eropa terhadap minyak sawit Indonesia. Sikap proteksionis yang dilakukan Uni Eropa telah membebankan industri sawit nasional. Saat ini, harga kelapa sawit telah turun menjadi Rp1.300 per kilogram. Harga yang tidak bersahabat ini menyulitkan pengusaha dan petani dalam mengelola perkebunan mereka.

Project Director Plantation Key Tehnology (PKT), Roderick Bastian, mengatakan persoalan ini semakin kompleks ketika para pengusaha atau pemilik kebun menghadapi lagi persoalan tentang kondisi kebun mereka, mulai dari produksi yang menurun dan serangan hama penyakit tanaman yang memerlukan biaya ekstra dalam penyelesaiannya.

"Melihat persoalan-persoalan tersebut, sangat penting gerak cepat dari pemerintah untuk menyelesaikannya dan perlunya peranan para stakeholder yang sangat berpengalaman dalam industri ini untuk menjaga agar industri sawit Indonesia tetap kuat di tingkat nasional maupun internasional," terangnya di Medan, Kamis (9/5/2019).

Dikatakannya, PKT melalui perusahaan di Indonesia PT Propadu Konair Tarahubun merupakan Perusahaan Biotechnology Research and Solution yang memiliki fokus pada perkebunan, salah satunya adalah industri perkebunan sawit.

"Sebelum memberikan solusi, PKT selalu melakukan survey dan research dalam menentukan apa yang dibutuhkan oleh kebun, dimana solusinya juga dapat berupa pupuk MOAF® dan pengendali hayati CHIPS®. Mengenai pemupukan, biasanya dengan biaya pemupukan yang sama seperti pupuk lainnya, produksi yang dihasilkan pupuk MOAF® jauh lebih baik," ujarnya.

Selain itu, PKT juga memiliki teknologi CHIPS® yang berhasil mengendalikan Ganoderma, dimana sudah mendapatkan rekor MURI sebagai penemu vaksin Ganoderma satu-satunya di Indonesia dan bahkan di dunia.

"Ganoderma menyebabkan busuk pangkal batang yang dapat menumbangkan pohon dalam jangka waktu beberapa tahun, sehingga sebenarnya ini adalah masalah yang sangat serius, jangan sampai harga sawit sudah rendah, dan hasil produksi tidak maksimal ditambah lagi berkurangnya populasi pohon, sehingga dapat mengakibatkan kebun bangkrut," tuturnya.

Dengan adanya teknologi CHIPS® dari PKT untuk mengendalikan penyakit ini, lanjut Bastian, diharapkan industri perkebunan sawit dapat bertahan bahkan mendapatkan keuntungan lebih pada saat krisis harga sawit.

"Kita akan memberikan solusi yang terbaik dengan menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan untuk efisiensi dan meningkatkan produktivitas kebun sawit. Ketika harga kelapa sawit anjlok seperti sekarang ini, para pengusaha seharusnya tetap bertahan dan merawat kebunnya," ungkapnya.

Menurutnya, jangan sampai ketika kondisi ini telah berlalu dan karena kebunnya tidak dirawat, kebunnya jadi rusak dan produktivitasnya menurun. Untuk info lebih lanjut mengenai riset dan teknologi oleh PKT, dapat langsung mengunjungi www.pkt-group.com atau melalui telepon/whatsapp ke nomor 0821-2000-6888.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
Serikat Petani Bongkar...
Serikat Petani Bongkar Kelakuan Korporasi Saat Garap Kebun Sawit di Tanah Air
Ekspor Terus Menguat,...
Ekspor Terus Menguat, Dompet Pekebun Sawit Makin Tebal
Larangan Ekspor CPO...
Larangan Ekspor CPO Sudah Dicabut, Petani Sawit Masih Teriak Soal Harga TBS
Mendag Zulhas: 1-2 Minggu...
Mendag Zulhas: 1-2 Minggu ke Depan Harga TBS Sawit Harus Rp2.000/kg
Harga TBS Sawit Anjlok...
Harga TBS Sawit Anjlok Jadi Rp800 per Kg
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved