Mendag Zulhas: 1-2 Minggu ke Depan Harga TBS Sawit Harus Rp2.000/kg

Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:09 WIB
loading...
Mendag Zulhas: 1-2 Minggu ke Depan Harga TBS Sawit Harus Rp2.000/kg
Mendag, Zulkifli Hasan mengungkapkan, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani hingga melewati Rp2.000/kg. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani hingga melewati Rp2.000/kg. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Untuk itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan menghapuskan pungutan ekspor USD200. Baca Juga: Kerek Harga TBS Sawit, Ini Titah Luhut ke Mendag Zulhas

“Pungutan yang diambil pemerintah, pertama, pungutan ekspor USD200 sudah kami tangguhkan, tidak dipungut lagi. Artinya pemerintah sudah memberikan Rp600/kg untuk sawit. Jadi bukan dari pengusahanya. Kalau harga TBS kemarin Rp1.200/kg ditambah Rp600 menjadi Rp1.800/kg,” terang Mendag Zulhas -sapaan akrabnya- lewat keterangan resminya, Kamis (4/8/2022).

Ia percaya pengusaha akan patuh dengan menyesuaikan harga di tingkat petani. Baca Juga: Mendag Zulhas Bakal Keluarkan Jurus Maut Dongkrak Harga TBS Sawit

"Saya percaya pengusaha akan patuh. Pengusaha susah, petani susah, rakyat susah. Maunya pengusaha bagus, rakyat senang dengan harga minyak goreng curah, petaninya senang. Kita akan berusaha keras dalam 1–2 minggu ke depan harga TBS harus sudah Rp2.000/kg ke atas,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Zulhas, ia juga telah memberlakukan angka pengalian konversi hak ekspor atas pendistribusian DMO CPO/minyak goreng menjadi sebesar 1:9 kali dari sebelumnya 1:7 kali. Kebijakan tersebut sudah berlaku sejak 1 Agustus 2022.

“Dengan meningkatkan angka pengali konversi hak ekspor menjadi 1:9, serta ditambah insentif pendistribusian DMO dalam bentuk minyak goreng kemasan merek Minyakita, maka perusahaan akan dapat mengekspor 13,5 kali lipat dari realisasi DMO, lebih tinggi dari sebelumnya," tukasnya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1813 seconds (11.97#12.26)