Jokowi: Ekonomi Syariah RI Masih Kalah dari Malaysia

Selasa, 14 Mei 2019 - 18:47 WIB
Jokowi: Ekonomi Syariah...
Jokowi: Ekonomi Syariah RI Masih Kalah dari Malaysia
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan industri halal Indonesia masih kalah dari negara tetangga seperti Malaysia. Berdasarkan data global Islamic Indicator, pada 2018 Indonesia mengenai ekonomi syariah masih menempati urutan 10 atau berada di bawah Malaysia, Bahrain, Saudi Arabia, Yordania, Pakistan, Kuwait dan sejumlah negara lain.

"Masih jauh, kita masih di belakang Malaysia. Masih di belakang UEA. Masib di belakang Bahrain, di belakang Arab Saudi. Masih di belakang Oman, Jordan, Qatar, Pakistann Kuwait. Inilah pekerjaan besar kita bersama-sama," ujar Jokowi di Bappenas, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Dia pun ingin membangkitkan potensi ekonomi syariah karena menyakini pengembangan ekonomi syariah akan membawa Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terkuat di dunia. Lantaran itu, diluncurkannya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 untuk mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka dunia.

"Penduduk muslim kita terbesar. Ekonomi syariah bisa turut mengentaskan kemiskinan dan melestarikan lingkungan, serta dorong kesejahteraan sosial dimana sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. Kita sudah memulai di tahun awal, saya selaku presiden bentuk KNKS," katanya.

Jokowi menambahkan, ekonomi syariah Indonesia memiliki potensi besar di tingkat dunia. Seperti disampaikan Bappenas, pada 2023 konsumsi produk halal akan mencapai USD3 triliun. "Dan kunci utama menuju cita-cita ekonomi tersebut yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, kunci itu adalah ekonomi syariah, sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, sumber kesejahteraan umat," lanjut dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wapres Resmikan Operasional...
Wapres Resmikan Operasional Bank Riau Kepri Syariah, Jadi Awal Kemudi Ekonomi Syariah
Pembentukan KDEKS Sulsel...
Pembentukan KDEKS Sulsel Langkah Akselerasi Ekonomi Syariah
Inilah Negara Non-Muslim...
Inilah Negara Non-Muslim Ini Paling Maju Perbankan Syariahnya
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Anomali di Tengah Pandemi,...
Anomali di Tengah Pandemi, Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp2.050 Triliun
Terungkap! Bank Syariah...
Terungkap! Bank Syariah Justru Lahir Pertama di Negara Non Muslim
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Mengejutkan...
5 Fakta Mengejutkan Timnas Korsel U-23 usai Kalah dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved