The Fed Bisa Bantu AS Menangkan Perang Dagang Lawan China

Rabu, 15 Mei 2019 - 13:15 WIB
The Fed Bisa Bantu AS...
The Fed Bisa Bantu AS Menangkan Perang Dagang Lawan China
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta dukungan dari Federal Reserve (the Fed) alias Bank Sentral AS untuk memenangkan perang dagang melawan China yang semakin memanas. Konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu seperti diketahui telah meningkat sepanjang minggu, dimana kedua pihak menerapkan tarif tinggi bea impor untuk produk dari masing-masing negara.

Seperti dilansir BBC, Rabu (15/5/2019) dalam sebuah kicauannya di Twitter, Trump mengatakan China bakal bergerak untuk merangsang ekonominya guna mengatasi dampak buruk dari perang dagang. "Jika The Fed mengikuti potensi stimulus China tersebut, maka akan membuat pertandingan berakhir," ujar Trump lewat postingan Twitter-nya.

"China akan memompa uang ke dalam sistem mereka dan mungkin mengurangi suku bunga seperti biasa untuk mendongkrak bisnis serta meminimalisir dampak. Jika Federal Reserve ikut 'bermain', maka pertandingan berakhir dan kami menang! Bagaimanapun, China menginginkan kesepakatan !." jelas Trump.

Presiden AS secara historis kerap menghindari untuk berkomentar seputar kebijakan Fed di depan umum, lantaran takut dinilai mempolitisasi lembaga tersebut dan merusak kepercayaan dalam keputusannya. Akan tetapi Trump telah merusak kebiasaan dengan melayangkan serangan kepada The Fed dan ketuanya Jerome Powell pada sejumlah kesempatan selama setahun terakhir.

Hal itu tentunya memberikan tekanan kepada The Fed untuk mempertahankan tren suku bunga rendah. Seperti diketahui Bank Sentral AS telah "menormalisasi" kebijakan moneter setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga pada tingkat yang sangat rendah setelah krisis keuangan 2008. Pada saat yang sama, China telah berusaha untuk mendukung ekonominya untuk membantu perekonomian yang melambat serta efek perang dagang.

Waktu yang Tepat Capai Kesepakatan

AS dan China sendiri telah berperang sejak tahun lalu, dengan memberlakukan tarif impor tinggi bernilai miliaran dolar untuk produk satu sama lain. Hanya belum lama ini, kedua negara bersepakat untuk mulai bernegosiasi akan tetapi minggu lalu pejabat AS mengatakan China telah melanggar janji yang disepakati.

Akibatnya Negeri Paman Sam -julukan AS- kembali menerapkan tarif tinggi terhadap produk asal China dengan nilai mencapai USD200 miliar. Hal berselang satu hari, China langsung membalas dengan kenaikan tarif terhadap beberapa produk-produk AS pekan ini.

Trump mengatakan di Twitter, bahwa AS akan membuat kesepakatan dengan China "ketika waktunya tepat". "Rasa hormat dan persahabatan saya dengan Presiden Xi tidak terbatas tetapi, seperti yang telah saya katakan berkali-kali sebelumnya. Ini harus menjadi hal yang besar bagi Amerika Serikat atau itu tidak masuk akal," kata Trump.

Dia menambahkan: "Itu semua akan terjadi, dan jauh lebih cepat daripada yang dipikirkan orang!"
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Gawat! Amerika Serikat...
Gawat! Amerika Serikat Berada di Tepi Jurang Resesi Ekonomi
Amerika Serikat Siap...
Amerika Serikat Siap Hentikan Peredaran Produk TP-Link
Survei Ungkap Kondisi...
Survei Ungkap Kondisi Keuangan Mayoritas Orang Amerika Memburuk
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
Berita Terkini
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
1 jam yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
1 jam yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliar
1 jam yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
2 jam yang lalu
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
3 jam yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved