Wall Street Menguat Karena Trump Menunda Kenaikan Tarif Otomotif

Kamis, 16 Mei 2019 - 07:07 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Karena Trump Menunda Kenaikan Tarif Otomotif
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada Rabu waktu setempat, setelah mendapati kabar Presiden AS Donald Trump berencana menunda penerapan kenaikan tarif otomotif bagi mobil impor.

Mengutip CNBC, Kamis (16/5/2019), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 115,97 poin menjadi 25.648,02. S&P 500 bertambah 0,6% menjadi 2.850,96, dan Nasdaq melompat 1,1% ke level 7.822,15.

Kenaikan pasar saham ini setelah tiga sumber mengatakan Presiden Trump akan menunda kenaikan tarif terhadap impor mobil dan suku cadang dari Uni Eropa dan Jepang, hingga enam bulan kedepan.

Sebelumnya, Trump bakal mengenakan kenaikan tarif 25% bagi impor mobil dan suku cadang dari Uni Eropa dan Jepang, demi melindungi industri otomotif Amerika Serikat.

Berita yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg tersebut menbuat harga saham-saham otomotif menguat. Saham Fiat Chrysler yang terdaftar di bursa AS naik 1,9%, sementara Ford Motor dan General Motors masing-masing naik 1,2% dan 0,9%.

"Jika Anda melihat aksi pasar hari ini menunjukkan betapa sensitifnya investor terhadap berita perdagangan. Karena ekuitas berada dalam mode naik turun sehingga fokus investor pada ketegangan perdagangan," kata Jeff Kravetz, direktur investasi regional di US Bank Wealth Management.

Saham lainnya yang mengangkat pasar adalah Boeing dan Alphabet, induk dari Google. Saham Boeing naik 0,8% setelah Administrasi Penerbangan Federal mengharapkan raksasa dirgantara itu menyerahkan perbaikan perangkat lunak untuk pesawat 737 Max sesegera mungkin.

Saham Alphabet melompat 4,1% setelah Deutsche Bank menaikkan target harga saham pada raksasa teknologi dari USD1.300 menjadi USD1.400 per lembar saham hingga akhir tahun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
48 menit yang lalu
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
1 jam yang lalu
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
1 jam yang lalu
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
3 jam yang lalu
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
3 jam yang lalu
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved