Defisit APBN Membengkak Hingga April 2019 Capai Rp101 Triliun

Kamis, 16 Mei 2019 - 18:01 WIB
Defisit APBN Membengkak...
Defisit APBN Membengkak Hingga April 2019 Capai Rp101 Triliun
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat angka defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2019 mencapai Rp101 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, defisit APBN ini membengkak bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu dimana pada April 2018 sebesar Rp54,9 triliun.

"Keseimbangan primer minusnya mencapai Rp18,4 triliun. Periode yang sama tahun 2018 keseimbangan primer positif Rp24,4 triliun, ini lebih dalam karena tekanan belanja negara menghasilkan APBN bulan April yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, Ia menerangkan defisit APBN hingga April 2019 ini disumbang oleh pendapatan negara sebesar Rp530,7 triliun atau 24,51% dari target APBN 2019. Angka ini tumbuh tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 528 triliun

Sementara itu dari realisasi belanja negara, tercatat mencapai Rp631,78 triliun atau sudah 25,67% dari pagu APBN 2019. Realisasi tersebut sekitar 8,38% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp582,95 triliun.

Sambung dia menambahkan, persentase terhadap PDB, defisit APBN per April 2019 mencapai 0,63%. Sementara periode yang sama di tahun 2018, defisit mencapai 0,37%. "Kita melihat pendapatan negara kita juga mengalami tekanan dan belanja negara tetap mengalami pertumbuhan yang cukup sehat, namun kalau dilihat dari pembiayaan itu masih lebih kecil," katanya.

Kendati demikian, Ia menegaskan defisit APBN ini akan terus diperbaiki agar tidak terus melebar dan mengaku masih optimistis bisa mencetak surplus. "Ini masih kita bakal terus genjot pendapatan dengan penerimaan pajak, jadi biar tidak membengkak dan melebar," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Reputasi RI Rusak Soal...
Reputasi RI Rusak Soal Menjaga Defisit APBN di Mata Dunia
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Pendapatan Negara Minus...
Pendapatan Negara Minus 12,4% Terbebani Guyuran Insentif
APBN 2020 Direvisi,...
APBN 2020 Direvisi, Belanja Kementerian dan Lembaga Dipotong Rp50 Triliun
Realisasi Belanja Negara...
Realisasi Belanja Negara Bulan April Baru Mencapai Rp624 Triliun
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
36 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
47 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved