Cara Pertanian Ikut Berperan Turunkan Kemiskinan Nasional

Sabtu, 25 Mei 2019 - 15:12 WIB
Cara Pertanian Ikut...
Cara Pertanian Ikut Berperan Turunkan Kemiskinan Nasional
A A A
JAKARTA - Upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui sektor pertanian. Sektor ini menjadi penting mengingat pertanian adalah sektor prioritas dan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menjelaskan, salah satu upaya dalam mempercepat pengentasan itu antara lain dengan implementasi program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) Berbasis Pertanian.

"Program ini merupakan solusi permanen untuk merubah kondisi rumah tangga petani miskin menjadi rumah tangga petani sejahtera dalam waktu yang sangat singkat, yakni kurang dari satu tahun," ujar Kariyasa.

Ia mengatakan, program Bekerja merupakan program bantuan langsung berupa paket ternak (ayam kampung atau kambing) dan sayur-sayuran atau komoditas komersial yang bisa ditanam di lahan sempit atau pekarangan. Paket bantuan ini diberikan kepada setiap Rumah Tangga Petani Miskin (RTM) untuk dikembangbiakan menjadi sumber pendapatan rumah tangga.

"Kalau ini berhasil, maka dalam waktu 6 bulan setiap RTM akan mendapatkan tambahan pendapatan sekitar Rp3,6 juta perbulan," katanya.

Selain Program Bekerja, kata Kariyasa, Kementan juga terus mengenjot produksi pangan strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri, termasuk juga membenahi rantai pasok dan distribusinya agar harga pangan tetap stabil sampai di tingkat konsumen.

"Ini penting dilakukan karena menurut data BPS tahun 2018, komponen makanan masih menyumbang sebesar 73,48% kepada pembentukan garis kemiskinan. Sementara sisanya 26,52% disumbang oleh komponen non makanan," katanya.

Data yang sama juga menunjukan bahwa komoditas beras masih berpengaruh pada garis kemiskinan di perkotaan sebesar 20,95%. Sedangkan pengaruh di garis kemiskinan di perdesaan mencapai 25,79%.

"Karena itu, kombinasi program peningkatan produksi pangan dalam negeri dan program Bekerja akan berdampak nyata pada pengurangan jumlah penduduk miskin, khususnya di perdesaan," katanya.

Sekedar diketahui, jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Pada Maret 2018 misalnya, jumlah penduduk miskin di Indonesia tinggal 25,95 juta jiwa dan bahkan sudah menembus angka satu digit, yaitu 9,82%.

Demikian juga menurut data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukan jumlah penduduk miskin pada September 2018 kembali turun menjadi 9,66 persen. "Capaian ini tidak terlepas dari ketepatan pemerintah dalam memilih program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat miskin," kata Kariyasa.

Meski turun, angka di atas masih terdapat disparitas yang cukup tinggi, terutama antara jumlah penduduk miskin di kota dengan penduduk miskin di desa. Mengacu pada data Maret tahun 2018, jumlah penduduk miskin di kota mencapai 7,02%. Sementara di desa masih 13,20%. Demikian juga pada September 2018, jumlah penduduk miskin di perkotaan tinggal 6,89%, sementara di perdesaan masih 13,10%.

"Tapi ingat, sektor pertanian mempunyai peran penting dalam pengentasan masyarakat perdesaan dari kemiskinan. Apalagi lebih dari 60% penduduk kita tinggal perdesaan dan sebagian besar dari mereka adalah petani dengan pendapatan utamanya hampir 70% berasal dari sektor pertanian," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
20 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
37 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
43 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
48 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
49 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved