Dampak Perang Dagang, Prediksi Laba Maskapai Global Dipangkas 21%

Minggu, 02 Juni 2019 - 12:01 WIB
Dampak Perang Dagang,...
Dampak Perang Dagang, Prediksi Laba Maskapai Global Dipangkas 21%
A A A
SEOUL - Perolehan laba industri penerbangan tahun ini diperkirakan terpangkas hingga 21% di tengah kekhawatiran atas perang dagang yang meluas serta kenaikan harga minyak dunia.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) yang mewakili sekitar 290 maskapai atau lebih dari 80% lalu lintas udara global, menyebut industri ini diperkirakan akan membukukan laba USD28 miliar (sekitar Rp392 triliun) pada 2019, turun dari perkiraan Desember sebesar USD35,5 miliar (sekitar Rp497 triliun).

"Maskapai masih akan mendapat untung tahun ini, tetapi tidak ada uang yang mudah didapat," ungkap Direktur Jenderal IATA Alexandre de Juniac pada pertemuan tahunan organisasi tersebut di Seoul, Korea Selatan, seperti dikutip Reuters, Minggu (2/6/2019).

de Juniac mengatakan, perkiraan itu berkaitan dengan agenda politik proteksionis atau isolasionis yang sedang meningkat. Di bagian lain, capaian keuntungan maskapai menurut para ekonom merupakan salah satu indikator untuk mendeteksi tren kepercayaan konsumen dan perdagangan global.

Pasar saham global terpuruk pada hari Jumat (31/5) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif atas barang-barang impor asal Meksiko. Hal itu menambah kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang yang akan mendorong AS dan ekonomi utama dunia lainnya ke dalam resesi.

Maskapai global tahun lalu melaporkan perolehan laba tahunan sekitar USD30 miliar. Akan tetapi, kondisi di pasar kargo udara yang merupakan sumber pendapatan tambahan untuk operator telah melemah secara substansial.

"Anda melihat bahwa perdagangan internasional sekarang berada pada tingkat pertumbuhan nol, sehingga ada dampak langsung pada bisnis kargo kami," kata de Juniac.

Pertumbuhan kapasitas penumpang yang mencapai 6,9% pada 2019 diperkirakan melambat menjadi 4,7% tahun ini. Sementara tarif rata-rata mendatar setelah terjadi penurunan sebesar 2,1% pada 2018.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Usaha IATA Peroleh...
Anak Usaha IATA Peroleh Sertifikat Operator Pesawat Udara
GDPS Perluas Jangkauan...
GDPS Perluas Jangkauan Global di Bali International Airshow 2024
Sanksi ke Rusia Punya...
Sanksi ke Rusia Punya Konsekuensi Besar Bagi Industri Penerbangan Global
Kinerja ALMI Terpukul...
Kinerja ALMI Terpukul Kondisi Perekonomian Global
Lebih Parah dari Covid-19,...
Lebih Parah dari Covid-19, Perang Iran Jadikan Industri Penerbangan Global Terpuruk
Bali International Airshow...
Bali International Airshow 2024: Cari Potensi Pengembangan Industri Penerbangan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved