KPPU Temukan Indikasi Kartel pada Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Kamis, 27 Juni 2019 - 16:29 WIB
KPPU Temukan Indikasi...
KPPU Temukan Indikasi Kartel pada Kenaikan Harga Tiket Pesawat
A A A
BANDUNG - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan indikasi adanya kartel pada fenomena naiknya harga tiket pesawat di Indonesia. Indikasi itu diperoleh setelah KPPU menemukan adanya jabatan rangkap pada maskapai berbeda.

"Kami telah menemukan indikasi yang cukup kuat bahwa kenaikan tarif tiket yang dikaitkan dengan pasal pelanggaran kartel, dimulai dengan adanya temuan jabatan rangkap di antara beberapa maskapai," kata Komisioner KPPU Kodrat Wibowo di Bandung, Kamis (27/6/2019).

Menurut dia, mestinya maskapai bersaing satu sama lain. Tetapi ternyata justru ada jabatan rangkap dimana satu struktur pimpinan maskapai juga menjadi struktur pimpinan di maskapai lainnya. Dia menyebutkan, ada tiga maskapai yang melakukan praktik jabatan rangkap tersebut.

"Ada direktur utama yang menjadi komisaris utama maskapai lain, yang notabene mestinya bersaing. Itu sudah melanggar pasal tentang jabatan rangkap," tegasnya.

Keberadaan jabatan rangkap di sejumlah maskapai itu, kata dia, sudah cukup kuat untuk memengaruhi harga tiket pesawat. Menurut dia, bisa saja ada pengambilan keputusan bersama terkait tarif pesawat di satu maskapai dan maskapai lainnya.

"Memang kalau untuk pembuktian adanya kartel sangat sulit pembuktian datanya. Tapi kalau lewat data jabatan rangkap ini, sudah cukup kuat membawa kasus ini ke meja persidangan," cetusnya.

Menurut Kodrat, pihaknya tak hanya mendeteksi ada kartel pada kenaikan harga tiket pesawat, tetapi juga pada tarif bagasi dan kargo. Namun hal itu menurutnya masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Kodrat menegaskan, KPPU hingga kini terus bekerja melakukan penyelidikan agar persoalan naiknya tarif tiket pesawat bisa dibuka seterang-terangnya. KPPU, kata dia, mengetahui ekspektasi masyarakat atas masalah ini cukup besar.

"Kami memang rasakan betul tekanan publik, tapi kami mendengar bahwa Komisi VI sudah bentuk tim untuk mengkaji masalah ini. Ini petunjuk, bahwa bukan hanya masyarakat yang gregetan, tapi wakil rakyat juga gregetan," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Telusuri Dugaan Kartel...
Telusuri Dugaan Kartel Tiket Penyeberangan Batam-Singapura, KPPU Temui DPRD dan Pelaku Usaha
KPPU Bisa Rampas 50...
KPPU Bisa Rampas 50 Persen Keuntungan Pengusaha Minyak Goreng Nakal
Tujuh Maskapai Naikkan...
Tujuh Maskapai Naikkan Harga Tiket Tak Rasional Jelang Lebaran, KPPU Bertindak
KPPU Sebut Persaingan...
KPPU Sebut Persaingan Usaha di Sulsel Barkategori Tinggi
Wasit Persaingan Usaha...
Wasit Persaingan Usaha Rilis Kurikulum Kepatuhan
KPPU Engga Nyerah Usut...
KPPU Engga Nyerah Usut Kartel Harga Minyak Goreng, Ada Produsen Besar Dipanggil
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
9 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
12 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
13 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
15 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved