Dorong Riset Fiskal, JFI Gandeng Lembaga Pelatihan Terbesar di Korsel

Kamis, 27 Juni 2019 - 17:45 WIB
Dorong Riset Fiskal,...
Dorong Riset Fiskal, JFI Gandeng Lembaga Pelatihan Terbesar di Korsel
A A A
JAKARTA - Jurnal Fiskal Indonesia (JFI) yang fokus pada riset tentang kebijakan perekonomian menggandeng Korea Productivity Center (KPC). JFI yang diinisiasi anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun membuat nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan lembaga konsultan dan pelatihan terbesar di Korea Selatan itu dalam rangka memajukan studi dan riset fiskal.

Penandatanganan MoU JFI dengan KPC dilakukan di Jakarta, Rabu (26/6) lalu. MoU diteken oleh Misbakhun dan Chairman KPC Kyoo Sung Noh. Misbakhun dalam sambutannya mengatakan, jurnal-jurnal tentang fiskal di Indonesia masih sangat minim.

"Nantinya JFI akan melakukan riset apakah kebijakan fiskal selama ini sangat menguntungkan berbagai pihak atau malah merugikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/6/2019).

Merujuk pada poin-poin dalam MoU, maka kedua belah pihak menjalin sinergi yang saling menguntungkan melalui diskusi dan konsultasi yang memadai untuk mengembangkan program kerja sama pada Revolusi Industri 4.0. Untuk itu, akan ada pertukaran informasi dan pengetahuan tentang Revolusi Industri 4.0 di antara kedua pihak.

Misbakhun menjelaskan, hasil kerja sama itu bisa dimanfaatkan lembaga pemerintah ataupun pelaku usaha. "Jadi isi jurnal akan lebih konkret dan produktif serta bermanfaat bagi Indonesia," ucapnya.

Selain itu, sambungnya, MoU antara JFI dan KPC juga sebagai bagian dari ikhtiar mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Korea. "Bagaimanapun juga hubungan Indonesia-Korea harus diisi dengan hal positif dan produktif," ujarnya.

Untuk itu pula KPC akan membuka cabang di Indonesia guna melakukan pendidikan dan pelatihan. Selain itu, KPC juga akan menyediakan pelatihan bagi calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bakal bekerja di Korea.

"Kementerian Perindustrian Korea sangat tertarik dengan tenaga kerja Indonesia. Kami akan ajarkan pendidikan SDM khusus kepada calon pekerja di Korea," ujar Sung Noh.

Senada dengan Misbakhun, Sung Noh juga mengharapkan MoU itu akan memperkuat hubungan Indonesia-Korea. "Ini menjembatani kerja sama Indonesia-Korea," ujar Sung Noh.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menyalakan Kilau Kerja...
Menyalakan Kilau Kerja Sama RI-Korsel
Hadapi Corona, RI-Korsel...
Hadapi Corona, RI-Korsel Sepakat Kerja Sama Bikin APD
Indonesia-Korea Kolaborasi...
Indonesia-Korea Kolaborasi Percepat Industri 4.0 di Sektor Manufaktur
Kerja Sama Bilateral...
Kerja Sama Bilateral RI-Bangladesh, Intip Penjelasannya
Sandiaga Uno: RI-Korsel...
Sandiaga Uno: RI-Korsel Perkuat Kerja Sama Bilateral Sektor Parekraf
Indonesia Korsel Jalin...
Indonesia Korsel Jalin Kerja Sama Bisnis di Bidang Ethylene
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
8 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
8 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved