REI Ungkap Backlog Rumah di Jabar Mencapai 4,5 Juta Unit

Selasa, 02 Juli 2019 - 14:11 WIB
REI Ungkap Backlog Rumah...
REI Ungkap Backlog Rumah di Jabar Mencapai 4,5 Juta Unit
A A A
BANDUNG - Kesenjangan pembangunan rumah dan kebutuhan masyarakat akan perumahan (backlog) di Jawa Barat (Jabar) diperkirakan mencapai 4,5 juta unit. Kebijakan yang tumpang tindih dinilai menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka backlog.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Jabar Joko Suranto mengatakan, angka backlog di Jabar terus meningkat, seiring pertumbuhan masyarakat. Di mana, saat ini angka backlog mencapai 4,5 juta unit, atau sekitar 30% dari angka becklog nasional yang mencapai 14 juta unit.

"Hanya saja, daya beli dan kemampuan masyarakat berbeda, orang yang butuh belum tertentu bisa membeli rumah. Apalagi kebutuhan akan perumahan tiap tahun terus meningkat, jadi menambah angka backlog," jelas Joko pada Halal bihalal REI Jabar, di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Selasa (2/7/2019).

Menurut dia, banyak tantangan yang mesti dihadapi para pengembang perumahan. Untuk rumah subsidi misalnya, terkait kesiapan dana subsidi. Karena menurut roadmap baru terealisasi pada September mendatang. Kondisi itu, kata dia berbahaya dan bisa menghambat proses pemasaran rumah subsidi.

"Selanjutnya soal daya beli, ini juga harus diperbaiki. Artinya kalau konsep pemerintah ada, mestinya harus didorong. Perbaiki dengan kepastian usaha, anggaran dan kebijakan jangan tumpang tindih," jelas dia.

Kebijakan yang dinilai bakal menghambat adalah perbankan akan memunculkan PSAK 211, di mana pencadangan 100 persen tanpa dikurangi jaminan. Itu akan membuat perbankan lebih ketat menyalurkan pembiayaan.

Belum lagi, kata dia, untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) komersial, tidak ada penurunan suku bunga. Padahal, Bank Indonesia (BI) telah melakukan penyesuaian suku bunga. Hal itu dinilai berpengaruh terhadap kemampuan masyarakat.

"Kalau suku bunga subsidi sudah rendah 5%, tapi komersial tetap sama. Padahal BI sudah melakukan penurunan suku bunga, tapi komersial tetap sama. Mestinya bisa turun," beber Joko.

Sementara itu, Kepala OJK Kantor Regional 2 Jabar Triana Gunawan mengungkapkan, walaupun berat, sektor properti masih ada peluang. Namun, para pengembang harus membuat terobosan agar kemauan mayarakat lebih tinggi.

"Tinggal bagaimana pengembang, apakah kita akan lakukan perubahan pada tata cara pembangunan agar lebih efisien. Termasuk soal penggunaan bahan bangunan, apakah menggunakan roll model yang lebih efisien," kata dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
REI Dukung Pemerintah...
REI Dukung Pemerintah Pulihkan Real Estate
Sunrise Koridor Timur,...
Sunrise Koridor Timur, Rolling Hills Hadirkan Perumahan Karya Arsitek Kelas Dunia
Kementerian Perumahan...
Kementerian Perumahan Mulai Bekerja, REI Ungkap Apa Prioritas Utama
Pengentasan Kemiskinan,...
Pengentasan Kemiskinan, REI Lakukan lewat Perumahan Layak Huni
BTN Siap Mendukung REI...
BTN Siap Mendukung REI Wujudkan Rumah Rakyat Berkualitas
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
10 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved