Pengaruhi Investasi Migas, Kesepakatan Pengembangan Blok Masela Dinanti

Rabu, 03 Juli 2019 - 22:34 WIB
Pengaruhi Investasi...
Pengaruhi Investasi Migas, Kesepakatan Pengembangan Blok Masela Dinanti
A A A
JAKARTA - Percepatan penandatanganan rencana pengembangan (PoD) Blok Masela dinilai perlu dilakukan, lantaran berpengaruh pada perkiraan waktu onstream sumber gas di Laut Arafura. Direktur Eksekutif Energi Watch Mamit Setiawan menerangkan, jangan sampai kembali tertunda karena menurutnya sudah tidak ada lagi masalah berarti.

Terlebih kata Mamit, penandatanganan revisi PoD berjalan lancar ditambah sebelumnya sudah didahului oleh penandatanganan HoA antara otoritas pemerintah Indonesia dengan pihak terkait. Karenanya penundaan penandatanganan PoD yang semula dijadwalkan pada 27 Juli 2018, menimbulkan pertanyaan.

"Terkait dengan belum ditandatangani Blok Masela, saya berpikir memang sangat disayangkan. Harapan saya akhir bulan Juni lalu ditandatangani, karena pasca penandatanganan HOA di Jepang semua sudah clear tinggal perbaikan-perbaikan saja," kata Mamit kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Sambung dia, diharapkan proses pengembangan Blok Masela ini dapat berjalan secara profesional dan bebas dari pemburuan rente. "Mengingat proyek ini bernilai USD20 Milyar, jadi jangan sampai para pencari rente hadir dan merugikan negara kedepannya," lanjutnya.

"SKK Migas harus benar-benar mempersiapkan proyek pengembangan Blok Masela ini. Jangan sampai ini menunda dalam jangka waktu lama sehingga Blok Masela kembali terkatung-katung dan akhirnya kita dirugikan juga dengan molornya pelaksanaan proyek Masela ini," pungkas Mamit.

Sebagaimana yang telah dikatakan sebelum, untuk penandatanganan PoD Blok Masela ini direncanakan pada 27 Juni 2019 di Jepang dan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun tak tahu sebabnya penandatanganan itu batal dilaksanakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto membenarkan adanya pembatalan agenda tersebut. Dan pemerintah Indonesia belum menyetujui dokumen yang diajukan oleh kontraktor. "Belum," ujarnya singkat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Abadi Blok Masela...
Proyek Abadi Blok Masela Baru Digarap 2,2%, Ini Updatenya
Daftar Perusahaan Konsumen...
Daftar Perusahaan Konsumen Gas Mitra Inpex dalam Proyek Blok Masela
Jangan Sampai Negara...
Jangan Sampai Negara Tersandera, SKK Migas Desak Shell dan Inpex Soal Blok Masela
Investasi Blok Masela...
Investasi Blok Masela Capai Rp324 Triliun, SKK Migas Bocorkan Kabar Terbarunya
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Ingin Nimbrung Kelola...
Ingin Nimbrung Kelola Blok Masela, Pertamina Mulai Merapat
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
2 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
3 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
3 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
5 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
5 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
7 jam yang lalu
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved