Pendidikan RI Tertinggal, Menkeu Fokuskan 20% APBN untuk Edukasi

Kamis, 04 Juli 2019 - 11:40 WIB
Pendidikan RI Tertinggal,...
Pendidikan RI Tertinggal, Menkeu Fokuskan 20% APBN untuk Edukasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai fokus utama tahun ini. Komitmen ini diwujudkan melalui keberpihakan anggaran sebesar 20% atau Rp152,69 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau #UangKita.

Sasarannya adalah untuk meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata, sebab berdasarkan skor The Program for International Student Assessment (PISA) dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia masih berada di peringkat 62. Ini berarti kualitas pendidikan Indonesia masih belum optimal.

“Indonesia masih berada di belakang beberapa negara Asia dari segi pendidikan, padahal kami telah mengeluarkan anggaran 20% dari APBN untuk edukasi selama 10 tahun terakhir. Ini masih belum memuaskan. Bahkan mungkin kami kecewa karena lulusan pendidikan Indonesia tidak mencapai level yang diinginkan," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Pemerataan akses pendidikan serta sarana dan prasarana yang belum memadai terutama di Indonesia Timur dan daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) termasuk memprihatinkan. Ini menjadi salah satu tantangan yang akan diperbaiki pemerintah.

Tahun 2019, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dengan alokasi APBN atau #UangKita sebesar Rp6,5 triliun untuk rehabilitasi sekolah umum yang rusak, penyelesaian pembangunan kampus mangkrak, rehabilitasi madrasah dan 10 perguruan tinggi agama.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Awas, Pelebaran Defisit...
Awas, Pelebaran Defisit Anggaran Akan Sedot Uang Publik dan Utang Membengkak
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Arah Belanja Tahun Depan yang Tembus Rp3.304 Triliun
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
56 menit yang lalu
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
9 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
11 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
12 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
14 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
14 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved