Wall Street Merosot Menyusul Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Mereda

Sabtu, 06 Juli 2019 - 09:34 WIB
Wall Street Merosot...
Wall Street Merosot Menyusul Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Mereda
A A A
NEW YORK - Wall Street merosot pada akhir sesi perdagangan, Jumat waktu setempat setelah indeks S&P 500 mengakhiri rekor penutupan tiga hari beruntun menyusul laporan gaji pekerja AS yang secara tak terduga mengalami penguatan. Kondisi tersebut membuat investor mengkaji kembali mengenai peluang sikap Federal Reserve pada pertemuan berikutnya dalam urusan penurunan suku bunga.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls naik 224.000 pekerjaan pada Juni, atau menjadi yang terbesar dalam lima bulan dan secara solid mengalahkan ekspektasi para ekonom tentang penambahan 160.000 pekerja. Hal itu membuat para pelaku pasar mengurangi ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga oleh Bank Sentral AS pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan 30-31 Juli.

Meski begitu kepercayaan tetapi tinggi terkait peluang The Fed akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin. Selain itu kemerosotan saham terjadi saat sempat pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China terhenti, ditambah data konomi mulai menunjukkan perlambatan. Namun, ekuitas telah rally sejak Juni karena The Fed dan bank sentral global lainnya mengisyaratkan menjadi lebih dovish.

Dow Jones Industrial Average terpantau mengalami penurunan mencapai sebesar 43,88 poin atau setara 0,16%, menjadi 26.922,12 saat indeks S&P 500 kehilangan 5,41 poin atau 0,18% ke level 2.990,41. Selanjutnya Komposit Nasdaq juga merosot 8,44 poin yang senilai 0,1% untuk bertengger di posisi 8.161,79.

Pekan ini, laporan data ketenagakerjaan juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan upah dan meningkatnya bukti bahwa ekonomi kehilangan momentum, yang masih bisa memberi The Fed cukup ruang untuk memangkas suku bunga pada akhir bulan. Di sisi lain saham perbankan telah berada di bawah tekanan.

Volume perdagangan bursa saham AS tidak terlalu besar pada akhir pekan, setelah sempat liburan dimana pasar tutup hari Kamis lalu. Sekitar 5,08 miliar saham diperdagangan pada bursa saham Negeri Paman Sam, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata harian 6,8 miliar saham selama 20 sesi terakhir. Volume tersebut menjadi yang terendah dalam satu hari ini untuk setahun di sesi perdagangan penuh.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
2 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
3 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
3 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
3 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
4 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Biji Bunga...
5 Manfaat Biji Bunga Matahari, Bisa Kurangi Risiko Kanker
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved