Pelaku Usaha Sambut Baik Insentif Pajak Super Deductible

Selasa, 09 Juli 2019 - 19:40 WIB
Pelaku Usaha Sambut...
Pelaku Usaha Sambut Baik Insentif Pajak Super Deductible
A A A
JAKARTA - Kalangan pengusaha menyambut baik insentif pengurangan pajak untuk dunia usaha yang berinvestasi dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, insentif pajak super deductible ini diarahkan untuk pengembangan industri manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi sehingga membutuhkan tenaga kerja yang ahli dan penelitian yang kuat dan mahal.

"Kami menyambut baik akhirnya kebijakan ini bisa disahkan dan menunggu PMK-nya untuk punya dasar aturan pelaksanaannya," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Shinta melanjutkan, kebijakan ini akan mendorong investor-investor teknologi untuk masuk ke Indonesia seperti industri mobil listrik, perangkat cerdas, dan automotif yang bisa memiliki prospek cukup baik ke depannya dalam membantu meningkatkan ekspor dan meninggalkan ketergantungan terhadap komoditas.

Menurut Shinta, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan pemerintah adalah membangun industri pendukungnya. "Untuk mobil listrik kita sudah mulai membangun pabrik lithium di Morowali, perakitan smartphone kita memiliki keahlian juga seperti yang dilakukan pelaku usaha kita di batam, lainnya yang juga perlu dibangun adalah komponen-komponen perakitan seperti tanah jarang, semikonduktor atau logam yang sudah ditingkatkan kualitasnya," tuturnya.

Shinta menuturkan, pelaku usaha sendiri sebenarnya memiliki banyak kebutuhan tenaga kerja ahli/terampil yang seharusnya bisa diserap melalui pendidikan vokasi. Namun karena biayanya mahal dan terdapat missing link dengan apa yang diajarkan menyebabkan terjadi ketidaksesuaian dengan kebutuhan industri tidak sesuai. Pada akhirnya para lulusan vokasi ini tidak terserap.

"Dengan adanya kebijakan ini, banyak perusahaan akan langsung melakukan investasi kepada sarana pendidikan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan mereka. Litbang pun sama, karena biaya litbang itu sangat besar bisa sampai 10-30% dari anggaran perusahaan, sedangkan supplier kita sebenarnya sudah kompetitif," jelasnya.

Shinta menambahkan, dengan melakukan litbang di sini maka pengusaha bisa langsung menyesuaikannya dengan kondisi pasar, lingkungan, suplai bahan baku, dan lainnya. "Apalagi bila target perusahaan tersebut ASEAN. Tentu Indonesia memiliki keunggulan komparatif. Oleh karena itu, saya yakin dengan ditandatanganinya kebijakan ini bisa membantu kita tidak hanya dari sisi ekspor, tetapi juga dari sisi SDM dan kemampuan penelitian," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wahai Pengusaha! Kalau...
Wahai Pengusaha! Kalau Mau Dapat Potongan Pajak, Ikuti Program Kemenperin Ini
Dorong Kekayaan Intelektual...
Dorong Kekayaan Intelektual dan Artikel Ilmiah, Ditjen Diksi Salurkan Insentif
Industri Otomotif Teriak...
Industri Otomotif Teriak Minta Bantuan: Mimpi Jual 1 Juta Mobil hanya Bisa Tercapai dengan Diskon Pajak
Ditjen Pendidikan Vokasi...
Ditjen Pendidikan Vokasi Siapkan SDM Terampil untuk Industri Ritel
Insentif Pajak hingga...
Insentif Pajak hingga DP0% Jadi Momentum Geliatkan Industri Properti
Begini Strategi Ditjen...
Begini Strategi Ditjen Vokasi untuk Mendukung Industri Kreatif
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
7 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
38 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved