Dorong Digitalisasi Pertanian, Kementan Pacu Pendataan Ternak Secara Online

Kamis, 11 Juli 2019 - 21:09 WIB
Dorong Digitalisasi...
Dorong Digitalisasi Pertanian, Kementan Pacu Pendataan Ternak Secara Online
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) semakin masif mewujudkan pembangunan pertanian milenial berbasis teknologi 4.0. Melalui Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin), Kementan tengah membangun digitalisasi pendataan populasi ternak seperti sapi, kerbau dan ayam secara online.

Kepala Sub Bagian Data Peternakan dan Perkebunan, Akbar Yasin menjelaskan, digitalisasi pendataan populasi ternak ini merupakan salah satu pemanfaaatan teknologi informasi dalam sektor peternakan. Pasalnya, pengumpulan data populasi ternak selama ini dilakukan secara manual dan berjenjang oleh petugas kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat atau menggunakan perhitungan populasi ternak berdasarkan dinamika populasi ternak hasil survey ongkos usaha ternak yang dilakukan BPS.

“Cara lama pengumpulan dan perhitungan populasi ternak secara manual, akan diganti dengan menggunakan pendataan populasi ternak secara online. Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kita harus membangun pertanian berbasisi teknologi 4.0,” jelas Akbar di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

"Pertanian dijalankan dengan teknologi modern. Hasilnya pendataan dipastikan lebih akurat, update dan dilakukan dengan cepat. Dengan data yang update dan akurat kita bisa secepatnya mengetahui dan memecahkan masalah sehingga peternakan kita segera maju," sambungnya.

Lebih lanjut pria jebolan magister IPB ini mengungkapkan, pendataan populasi ternak secara online untuk merespon kebutuhan data populasi ternak yang aktual, kekinian dan akurat sesuai dengan kepemilikan ternak berdasarkan by name by adress peternak. Kemudian, memudahkan pemetaaan sentra-sentra peternakan rakyat maupun swasta sehingga ketersediaan produksi daging akan menjadi lebih terukur.

“Dalam pendataan populasi ternak secara online ini , data dikumpulkan langsung dari peternak dan dilaporkan secara online melalui sistem ISIKHNAS (informasi system kesehatan hewan nasional, red) oleh 9.277 petugas kesehatan hewan atau inseminas buatan di kecamatan seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sistem ISIKHNAS telah digunakan sejak tahun 2012 untuk melaporkan penyakit hewan. Tahun 2017 sampai sekarang juga digunakan untuk melaporkan Upaya Khususu Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) berupa data Inseminasi Buatan, Kebuntingan dan kelahiran.

Manfaat ekonomi yang diperoleh peternak berupa kelahiran pedet sampai Juni 2019 sebanyak 3.696.804 ekor. Jika diasumsikan harga pedet lepas sapih per ekor Rp 8 juta, maka nilai manfaatnya setara dengan Rp 29,57 Triliun

“Dengan demikian, ini menunjukan dengan ketersedian data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam menyusun program dan kegiatan pembangunan sektor peternakan yang tepat dan efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak,” pungkas Akbar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
CropLife Indonesia Menggelar...
CropLife Indonesia Menggelar AGM Bersama Stakeholder untuk Pertanian Modern
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Berita Terkini
IHSG Sempat Anjlok Parah...
IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas
1 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Longsor...
Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
1 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
12 jam yang lalu
Perusahaan Hadapi Tantangan...
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
13 jam yang lalu
ASEAN-India Bazaar 2026...
ASEAN-India Bazaar 2026 Dorong Ekonomi Kreatif dan Peluang Bisnis Lintas Kawasan
13 jam yang lalu
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
14 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved