Sri Mulyani Akan Terus Tagih Pembayaran Utang Lapindo

Senin, 15 Juli 2019 - 19:01 WIB
Sri Mulyani Akan Terus...
Sri Mulyani Akan Terus Tagih Pembayaran Utang Lapindo
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan terus menagih pembayaran utang PT Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya. Pasalnya, pembayaran utang yang dilakukan Pelindo sudah jatuh tempo.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan bakal terus menghubungi kedua perusahaan tersebut untuk menyelesaikan pembayaran utangnya.

"Kami akan menghubungi dan terus berkomunikasi kepada PT Minarak, kan suratnya sudah disampaikan ditandatangani pemiliknya. Itu kan sudah komitmen," ujar Sri Mulyani di Gedung DJP, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan pembayaran utang PT Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya kepada pemerintah belum terselesaikan hingga saat ini. Padahal pembayaran utang tersebut sudah jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2019 lalu.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rahmatarwata mengatakan, Lapindo akan terkena denda di luar utang dan bunga. Adapun bunga dari utang yang harus dibayarkan sendiri sebesar 4,8% sesuai dengan perjanjian.

"Jadi sebetulnya berdasarkan perjanjian saja. Bunga 4,8% ya. Cuma ada denda kalau enggak membayar. Selain bunga juga ada denda yang mereka harus bayar. Jadi ada bunga ada denda. Bunganya tetap saja," jelasnya.

Pemerintah, tegas dia, akan terus melakukan penagihan kepada pihak Lapindo untuk membayarkan cicilan utangnnya. Dia mengaku tagihan pun sudah dilayangkan kepada pihak Lapindo.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
Utang Lapindo Belum...
Utang Lapindo Belum Lunas, Pemerintah Diminta Tegas ke Bakrie
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Kontroversi Perusahaan...
Kontroversi Perusahaan Lumpur Lapindo: Susahnya Membuang Perusahaan yang Kini Menyimpan Harta Karun Dunia
Kemenkeu Sebut Lapindo...
Kemenkeu Sebut Lapindo Masih Nunggak Utang Rp2 Triliun ke Negara
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
30 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved