Kemenkeu Sebut Lapindo Masih Nunggak Utang Rp2 Triliun ke Negara

Selasa, 20 Juni 2023 - 19:11 WIB
loading...
Kemenkeu Sebut Lapindo...
Kemenkeu menyatakan utang PT Lapindo Minarak Jaya Rp2 triliun masih belum dibayarkan. Utang tersebut terkait dana talangan masalah lumpur Lapindo di Sidoarjo. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa utang PT Lapindo Minarak Jaya (LMJ) milik keluarga Bakrie masih belum dibayarkan. Utang tersebut terkait dana talangan untuk mengatasi masalah lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban mengatakan, ihwal utang Lapindo tersebut sudah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) cabang Jakarta.

“Jumlahnya Rp2 triliunan," ungkap Rionald dalam Media Gathering DJKN di Jakarta, Selasa (20/6/2023). Rionald mengaku tidak mengingat angka pastinya, tetapi dia yakin bahwa angkanya melampaui Rp2 triliun.

"Jumlahnya kisaran di Rp2 triliun something, saya enggak ingat angkanya tapi kita sudah surat menyurat," tuturnya. Dalam surat menyurat itu pun pihaknya sudah menyampaikan penagihan dan yang bersangkutan menyampaikan dalilnya.

Sebagaimana diketahui, semburan lumpur panas Lapindo yang terjadi sejak 27 Mei 2006 berubah menjadi tragedi lantaran lumpur terus meluap hingga menggenangi area persawahan, pemukiman penduduk, dan kawasan industri. Sejumlah desa pun lenyap terkubur lumpur.

Baca juga: Mengungkap Jejak Harta Karun di Lumpur Lapindo yang Tersembunyi Ribuan Tahun

Adapun utang Lapindo ini terjadi sejak bulan Maret 2007. Kala itu pemerintah memberikan dana talangan untuk ganti rugi bencana Lumpur Lapindo melalui perjanjian Pemberian Pinjaman Dana Antisipasi untuk Melunasi Pembelian Tanah dan Bangunan Warga Korban Luapan Lumpur Sidoarjo dalam Peta Area Terdampak pada tanggal 22 Maret 2007.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Purbaya Dikabarkan Ambruk...
Purbaya Dikabarkan Ambruk Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Kemenkeu
PPN Avtur 100% Ditanggung...
PPN Avtur 100% Ditanggung Pemerintah, Ini Aturannya
Purbaya Copot 2 Dirjen...
Purbaya Copot 2 Dirjen Kemenkeu Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman, Ada Apa?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Bukan Hanya Suami Dwi...
Bukan Hanya Suami Dwi Sasetyaningtyas, Kemenkeu Ungkap 44 Alumni LPDP Mangkir dari Pengabdian
Peringati Hari Pabean...
Peringati Hari Pabean Internasional 2026, Bea Cukai Komitmen Lindungi Masyarakat
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Berita Terkini
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved