Tingkatkan Daya Saing, Industri Keuangan RI Harus Bersatu

Senin, 15 Juli 2019 - 21:05 WIB
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, Industri Keuangan RI Harus Bersatu
A A A
JAKARTA - Industri keuangan di Indonesia harus berkolaborasi dan menghasilkan layanan terintegrasi. Tren nasabah khususnya menengah ke atas akan membandingkan kemudahan layanan serupa di negara lain seperti Singapura.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, industri keuangan di Indonesia harus kompetitif. Kolaborasi pelaku industri keuangan dibutuhkan karena kondisi sekarang ini menurutnya masih terkotak-kotak. Contohnya, nasabah bank harus buka rekening pasar modal yang terpisah. Padahal, riset mengungkap bahwa nasabah Indonesia lebih suka melihat investasinya terkonsolidasi.

“Berbeda dengan negara lain, nasabah Indonesia lebih suka lihat semua portofolio investasinya dalam satu platform. Sektor jasa keuangan di Indonesia harus bersatu. Nasabah tidak puas dengan pilihan deposito di Indonesia saja atau hanya obligasi saja,” ujar Parwati dalam acara Bank OCBC NISP Coffee Morning Talk bertema “Sinergi, Kunci Penting Bangun Industri Keuangan Kompetitif” di Plataran Menteng, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Pertumbuhan produk perbankan kini hanya setengah dari pertumbuhan produk off balance sheet atau yang tidak dikelola langsung oleh bank. Karena itu perbankan harus berkolaborasi bahkan dengan fintech atau layanan digital lainnya. Nasabah juga membutuhkan produk dengan kurs selain rupiah dan akses ke produk keuangan asing.

“Kita harus bisa bekerjasama untuk solusi keuangan yang kompetitif. Bahkan layanan digital tidak cukup cek saldo dan transfer, karena itu sudah standar. Kami ingin produk untuk berinvestasi dan nasabah bisa memantaunya, serta switching investasinya. Ini yang terus kami tingkatkan dengan jaringan regional. Kami berbagi informasi antar wilayah,” ujarnya.

Pada tahun 2020 juga diperkirakan masyarakat kelas menengah akan mencapai 141 juta orang atau menguasai 53% dari total populasi. Perubahan besar ini akan menjadi bonus demografi dari populasi Indonesia untuk mendukung pertumbuhan industri keuangan di Indonesia.

Ditambah dengan perkembangan digitalisasi yang mendorong transparansi informasi dan akses yang semakin luas untuk mendapatkan pilihan portofolio keuangan yang bervariasi, tidak hanya di pasar lokal melainkan juga hingga pasar global.

Solusi keuangan terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang menjadi kunci utama dalam meningkatkan keunggulan kompetitif dari industri keuangan Indonesia. Dengan solusi keuangan terintegrasi, industri keuangan Indonesia akan mampu memberikan solusi yang lengkap bagi nasabah untuk melakukan investasi di Indonesia.

“Jika Indonesia mampu menyediakan layanan satu pintu untuk berbagai produk investasi, hal tersebut akan menjadi salah satu keunggulan karena memasilitasi nasabah dengan kemudahan dan kenyamanan dalam memilih dan mengelola investasinya,” tambah Parwati.

Memanfaatkan momentum ini, Bank OCBC NISP telah mempersiapkan diri dalam memberikan layanan wealth management yang memungkinkan nasabah untuk terus mengembangkan aset dan likuiditasnya dengan berbagai produk-produk yang sesuai.

Bank OCBC NISP memiliki aspirasi untuk turut membangun industri keuangan Indonesia lebih kompetitif dan memiliki daya saing di pasar global melalui berbagai inisiatif. Antara lain dalam hal digitalisasi layanan. Menurut data Global Wealth Management Research Report, 44% Gen X dan 39% generasi millenial sudah menggunakan fintech.

Tingginya penetrasi digital ini ditangkap dengan menghadirkan aplikasi ONe Mobile. Nasabah tidak hanya difasilitasi dengan kemudahan transaksi perbankan, tetapi juga dalam hal pengelolaan kekayaan melalui aplikasi ini.

Pengguna ONe Mobile dapat membeli produk-produk investasi mulai dari deposito, reksadana, dan obligasi. Nasabah juga dapat memantau perkembangan investasinya dengan mudah melalui fitur 'Investment Portfolio' yang terdapat pada aplikasi ONe Mobile.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genap 80 Tahun, OCBC...
Genap 80 Tahun, OCBC NISP Ingin Fondasi Finansial Indonesia Lebih Sehat
Bank Commonwealth PHK...
Bank Commonwealth PHK 1.146 Karyawan, OJK: Itu Biasa Saja
Duh, 58% Masyarakat...
Duh, 58% Masyarakat Indonesia Mengaku Lebih Besar Pasak Daripada Tiang
Literasi Kaum Milenial...
Literasi Kaum Milenial Rendah, OCBC NISP Hadirkan Kantor Cabang Rasa Gym
Hei Milenial, Nabung...
Hei Milenial, Nabung Mulai Rp20.000 Bisa Jadi Miliarder Saat Pensiun
Ekonomi RI Sakit di...
Ekonomi RI 'Sakit' di Kuartal II/2020, Bagaimana Kondisi Perbankan?
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Terbaik untuk...
5 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Otak, Bisa Tingkatkan Daya Ingat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved