Orang Miskin Indonesia Capai 25,14 Juta, Penyusunan RPJMN Harus Realistis

Selasa, 16 Juli 2019 - 10:58 WIB
Orang Miskin Indonesia...
Orang Miskin Indonesia Capai 25,14 Juta, Penyusunan RPJMN Harus Realistis
A A A
JAKARTA - BPS pada awal pekan kemarin, telah mengumumkan data yang menunjukkan bahwa pada Maret 2019 terdapat 9,41% (25,14 juta orang) yang masih berada di bawah garis kemiskinan absolut. Pada September 2014, tepat sebulan sebelum Jokowi dilantik menjadi presiden, tingkat kemiskinan adalah 10,96 % yang berarti dalam 4,5 tahun masa kepemimpinan beliau terjadi penurunan kemiskinan absolut sebesar 1,55 %.

Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan, penurunan kemiskinan di era Jokowi berbeda dibandingkan peridoe Pada tahun 2009 yang merupakan tahun pertama SBY periode II. Kemiskinan hanya di survey setahun sekali pada bulan Maret, namun data September 2014 dapat diestimasi dari data kemiskinan Maret 2014 dan 2015.

"Ditemukan bahwa pada 4,5 tahun SBY jilid 2 tersebut terjadi penurunan kemiskinan dari 13,74 % ke 11,25 % alias 2,49 % yang berarti 1,6x lipat-nya pencapaian Jokowi Jilid 1," ujar Berly di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Berly mengajak masyarakat membuka kembali RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2015-2019 yang disusun pemerintah Jokowi dimana tertulis tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke 7-8 % di 2019 alias penurunan kemiskinan sebesar 2,96-3,96 %. Bahkan dengan mengambil batas atas target di 8 % dan masih ada waktu 6 bulan lagi sampai data September 2019 keluar, pengentasan kemiskinan selama 4,5 tahun di Jokowi jilid 1 hanya tercapai 52,4 % dari target.

Dosen FEB-UI ini mengakui bahwa memang menurunkan kemiskinan setelah menembus satu digit lebih sulit dibanding ketika masih belasan persen dan perlu terobosan baru. Berly lalu menghimbau supaya pemerintah mengambil pelajaran dari rendahnya pencapaian pengentasan kemiskinan selama 2014-2019 supaya penyusunan target kemiskinan di RPJMN 2019-2024 dilakukan dengan hati-hati dan realistis walaupun bukan berarti pesimis.

Masih adanya 8 provinsi dengan tingkat kemiskinan absolut melebihi 1,5x kemiskinan nasional alias 14,12% yaitu Aceh (15,3%), Bengkulu (15,2%), NTB (14,6 %), NTT (21,1 %), Gorontalo (15,5 %), Maluku (17,7 %), Papua (22,2 %) dan Papua Barat (27,5 %) merupakan pekerjaan rumah penting dan harus jadi prioritas kerja pemerintah yang membutuhkan langkah-langkah sigap, inovatif dan komprehensif.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Simplifikasi Cukai Akan...
Simplifikasi Cukai Akan Dijalankan Sesuai RPJMN 2020-2024
Berita Terkini
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
19 menit yang lalu
Pengusaha Minta Transisi...
Pengusaha Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
34 menit yang lalu
Prioritaskan Lingkungan,...
Prioritaskan Lingkungan, PT Dairi Prima Mineral Pilih Tambang Bawah Tanah
34 menit yang lalu
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
2 jam yang lalu
Purbaya Bakal Menemui...
Purbaya Bakal Menemui Pejabat BI usai Perry Warjiyo Mundur
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved