Kementan dan CPI Perkenalkan Mobil Pengering Jagung Versi Terbaru

Sabtu, 20 Juli 2019 - 22:04 WIB
Kementan dan CPI Perkenalkan...
Kementan dan CPI Perkenalkan Mobil Pengering Jagung Versi Terbaru
A A A
LAMPUNG - Pengembangan prototipe mobil pengering jagung (Mobile Corn Dryer) kerja sama Kementerian Pertanian dan PT Charoen Pokphan Indonesia (CPI) terus dilakukan. Hingga saat ini prototipe terbaru telah mencapai versi 2.3, setelah sebelumnya 29 Agustus 2018 dilakukan uji coba lapangan perdana di Lampung Selatan, serta 15 Februari 2019 dilakukan uji coba lapangan di hadapan Menteri Pertanian pada acara panen raya jagung di Tuban.

Mobile Corn Dryer versi terbaru ini diperkenalkan kembali PT CPI pada ajang Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI tingkat Provinsi Lampung (17/7/2019) yang dipusatkan di Lampung Selatan.

Deputi General Manager PT CPI, Hadi Widajat mengatakan konsep fasilitas pengeringan jagung yang mudah berpindah ini untuk mendukung program swasembada pangan, khususnya untuk jagung. PT CPI berkomitmen dalam upaya meningkatkan penyerapan jagung secara langsung dari petani yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.

"Beberapa kelebihan yang didapatkan petani jagung dari konsep ini adalah dapat meningkatkan waktu simpan setelah dikeringkan, melancarkan tata niaga, mendapatkan kualitas lebih baik dan pada akhirnya dapat menikmati harga yang lebih baik dan sudah memiliki kadar air yang lebih rendah," ujar Hadi.

Menurut Hadi prototipe pertama masih menggunakan tiga unit truk dan kini dapat diminiaturkan menjadi hanya satu unit truk tanpa mengurangi fungsi dan kapasitas yang ditetapkan pada desain awal.

Prototipe ke-2 ini selanjutnya akan diserahkan kepada Kementerian Pertanian dalam hal ini Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, sebagai “proof of concept” yang tentunya dapat disempurnakan lebih lanjut.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Sri Widayati menyatakan dukungan pemerintah terhadap inovasi ini. Menurut Sri bila unit pengering ini sudah dapat dimiliki dan dikelola oleh kelompok/unit pengolah pakan/koperasi skala menengah, maka diharapkan hasil panen jagung dapat langsung dikeringkan untuk kemudian dijual.

"Bila belum dapat dijual, jagung dapat disimpan dulu utamanya saat produksi jagung berlimpah. Sehingga sekaligus berfungsi sebagai stok untuk memenuhi kebutuhan jagung peternak kecil, yang secara umum membeli jagung secara eceran dengan jumlah relatif kecil yang disesuaikan dengan jumlah ternak yang dipelihara", jelas Widayati.

Salah seorang petani di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Eko Yudianto mengaku alat tersebut sangat membantu petani terutama saat musim penghujan, dimana masalah penjemuran jagung untuk menurunkan kadar air menjadi terhambat.

"Mesin pengering ini sangat membantu petani terutama saat musim penghujan dan membantu petani mendapat harga terbaik," ujar Eko Yudianto

Dirinya berharap pemerintah bisa membantu kelompok tani dengan memberikan bantuan mesin pengering seperti ini guna membantu para petani untuk maju sehingga dapat menunjang perekonomian.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved