Imbas Perang Dagang, 10.000 Lapangan Kerja Baru Tercipta di Taiwan

Selasa, 23 Juli 2019 - 00:14 WIB
Imbas Perang Dagang,...
Imbas Perang Dagang, 10.000 Lapangan Kerja Baru Tercipta di Taiwan
A A A
JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membawa dampak positif dan negatif bagi negara-negara mitra dagang dan investasi kedua negara. Salah satunya Taiwan yang sejak awal tahun ini mulai melakukan penarikan investasi dan pabrik dari China untuk dikembalikan lagi ke Taiwan.

Penarikan ini sebagai imbas perang dagang AS-China yang menyebabkan ekspor produk dari China ke AS mengalami kendala.

“Dampak dari perang dagang ini tentu ada plus-minusnya. Kerugian sudah pasti ada, tapi dengan ditariknya kembali pabrik dari China ke Taiwan, maka peluang kerja bagi masyarakat Taiwan meningkat. Untuk tahun ini saja sudah bertambah 10.000 lebih pekerjaan di Taiwan,” ujar Kepala Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei(TETO) di Indonesia John C.Chen di sela acara Taiwan Excellence di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Selain ditarik kembali ke dalam negerinya, beberapa pabrik Taiwan juga ada yang direlokasi dari China ke negara lain seperti Vietnam dan Indonesia.

Contohnya perusahaan elektronik Pegatron yang pindah ke Batam dan izin usahanya telah berlaku efektif mulai 15 Maret 2019 atas nama PT Pegatron Technology Indonesia.

Saat ini memang terjadi persaingan ketat diantara negara Asia yang berlomba-lomba memetik manfaat dari perang dagang AS-China dengan menjadikan negara-negara mereka menarik bagi investasi asing.

Menurut Chen, sejauh ini Indonesia masih merupakan negara tujuan investasi yang nyaman, terlebih dengan populasi yang besar menjadikan Indonesia sebagai target pasar yang menarik.

Selain Pegatron yang memproduksi komponen untuk smartphone, imbuhnya, di Indonesia juga terdapat produsen sepatu Pou Chen Group yang mempekerjakan sekitar 100.000 masyarakat lokal.

Lebih lanjut Chen menjelaskan, hubungan dagang Taiwan dengan Indonesia terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10% setiap tahunnya. Sedangkan untuk pertumbuhan investasinya tahun lalu mencapai 20%.

“Tahun ini diprediksi akan meningkat di atas angka 20%, terlebih karena Pegatron sudah masuk dan mulai beroperasi di Batam,” sebutnya.

Chen menyebut saat ini sudah cukup banyak produk Taiwan yang disukai pasar Indonesia, diantaranya elektronik, kecantikan, microfiber, produk multimedia, suku cadang dan perkakas rumah tangga.

Guna mempromosikan produk-produk unggulan Taiwan di Indonesia, Taiwan menggelar ajang pameran rutin, salah satunya Taiwan Expo yang memasuki tahun ketiga dan akan digelar di Grand City Convex Surabaya, Jawa Timur, 26-28 September 2019.

Pameran ini akan menghadirkan 200 exhibitor asal Taiwan serta mempertemukan 120 buyer dan seller untuk menjajaki peluang dagang dan investasi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dengarkanlah Jeritan...
Dengarkanlah Jeritan Taiwan Ketika Bergantung pada Pasar China
RI-Taiwan Bahas Prospek...
RI-Taiwan Bahas Prospek Kerja Sama Dagang dan Ekonomi Pascapandemi
Taiwan: Perang Dagang...
Taiwan: Perang Dagang AS-China Meningkatkan Upaya Beijing Mencuri Teknologi
Taiwan Diperingatkan,...
Taiwan Diperingatkan, China Bisa Mengobarkan Perang Ekonomi
Perang Dagang AS-China...
Perang Dagang AS-China Bikin RI Kebanjiran Permintaan Produk Ekspor
Negara-negara Ini Paling...
Negara-negara Ini Paling Tahan Terhadap Perang Dagang, RI Termasuk!
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
19 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
31 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
55 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved