Kementan Tingkatkan Ekspor Sarang Walet Ke Tiongkok

Jum'at, 26 Juli 2019 - 20:36 WIB
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Ekspor Sarang Walet Ke Tiongkok
A A A
BOGOR - Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementerian Pertanian, Banun Harpini mengajak para pelaku usaha sarang burung walet (SBW) untuk meningkatkan kualitas produksinya dan potensi ekspor nasional.

"Kita tahu potensi sarang burung walet kita sangat luar biasa. Apalagi negara kita merupakan habitat utama yang paling cocok dengan perkembangbiakan walet. Indonesia adalah pemasok terbesar pasar global, bahkan sampai 78 persen," ujar Banun dalam Focus Group Discussion di Hotel Salak Bogor, Jumat (26/7/2019).

Untuk itu, kata Banun, persoalan walet yang selama ini menghambat ekspor dan investasi nasional bisa dipecahkan bersama melalui forum diskusi ini. Apalagi, pemerintah melalui lintas lembaga dan kementerian terus mendorong terbukanya keran ekspor menuju pasar global.

"Ekspor sarang burung walet Indonesia tahun 2018 bisa mencapai Rp40 triliun. Ini kan potensi besar kita yang terbukti menghasilkan devisa. Hanya memang tata niaga kita belum berjalan secara baik," katanya.

Banun mengatakan, saat ini pemerintah juga memberi perhatian khusus pada sarang burung walet kotor yang masih berusaha diekspor ke negara Tiongkok. Temuan seperti ini, kata dia, tidak boleh lagi diperjualbelikan ke pasar internasional khususnya negara Tiongkok.

"Untuk masuk ke Tiongkok, sarang burung walet harus memenuhi persyaratan yang cukup detil, agar tidak dinilai ilegal negara tujuan. Kami juga menemukan kasus lain seperti keluar masuk melalui jalur-jalur yang tidak resmi," katanya.

Banun berharap, melalui kerja sama yang baik antar lintas sektor Indonesia akan optimal memenuhi kebutuhan industri dan pengolahan sarang burung walet. Negara Tiongkok memberikan kuota 150 ton per tahun, namun baru hanya mengirimkan secara langsung sebanyak 70 ton dari 21 perusahaan yang teregistrasi.

"Kita ingin menjadikan sarang burung walet sebagai ikon ekspor Indonesia karena habitat yang cocok ekosistem mereka ada di kita," katanya.

Kepala Pusat Karantina Hewan Agus Sunanto mengatakan bahwa volume ekspor dan perdagangan Indonesia selama empat setengah tahun terakhir terus mengalami peningktanya yang signifikan.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya pengawasan dan registrasi dokumen bagi pelaku usaha dalam memulai proses pemasaran. Langkah ini penting mengingat kelengkapan dokumen adalah alur dan akses dalam menumbuhkan perkembangan ekspor.

"Kita fokus pengawasan registrasi rumah walet, dokumen dan sertifikat, label dan proses pemanasan. Paling tidak setahun sekali harus dilakukan verifikasi pada alur produksi sarang burung walet," katanya.

Selain itu, kata Agus, Karantina Pertanian juga rutin melakukan uji laboratorium untuk mendeteksi kandungan nitrit dan mikrobiologi pada produk yang akan dipasarkan. "Karena kalau nanti ditemukan penyakit di negara tujuan ekspor maka kita akan di banned. Ini sangat berisiko kalau SBW kotor tetapi tetap diekspor. Apalagi kita sedang mendorong peningatan ekspor dan investasi," katanya.

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Sulistyawati, menyampaikan bahwa upaya pemerintah dalam membuka keran ekspor sarang burung walet salah satunya dengan mendirikan kantor perwakilan dagang di sejumlah negara.

"Di antaranya kantor perwakilan dagang kita di Shanghai, China. Melalui kantor ini, pelaku usaha bisa mempromosikan produknya secara luas. Apalagi tahun ini kita akan ikut pameran ekspor impor terbesar di China yang dibuka pada bulan november mendatang. Kita juga kerjasama dengan pihak pihak lain di China, termasuk dengan Kedubes yang siap mengkoordinir," katanya.

Sulistyawati mengatakan, Kemendag juga terus mendorong Kedubes lain untuk mempromosikan sarang burung walet ke masing-masing negara tempat ia bertugas. "Jadi tidak hanya ke Cina saja, melainkan ke semua negara harus kita promosikan. Makanya ke depan akan kita atur rencana perubahan Permendag supaya aturanya lebih terbuka bagi eksportir yang mau melakukan ekspor dan membenahi tata niaganya," katanya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Walet Indonesia (PPSBI), Boedi Mranata menambahkan, perkembangan pasar walet Indonesia memiliki dinamika yang beragam. Salah satunya akses ekspor yang dianggap ilegal. Kebutuhan di Tiongkok masih sangat tinggi hingga 1500 ton, namun hanya 5 persen di antaranya yang tercatat di Indonesia sebagai produk ekspor langsung ke China. Sisanya dijual secara mentah atau masuk melalui Vietnam dan Hong Kong.

"Kalau buat saya tidak ada walet yang ilegal karena tidak mungkin masuk ke Hong Kong atau cina tanpa pengecekan yang detail. Yang harus kita fokus adalah meningkatkan kualitas," katanya.

Sekadar catatan, forum fokus diskusi ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang. Mereka mewakili pengusaha, eksportir dan pemerintah. Adapun narasuber lain yang juga turut hadir adalah ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sarang Walet Indonesia, Wahyudi.
"Kami berharap pemerintah mempermudah temen-temen pengusaha skala UMKM agar bisa mengekspor juga ke China. Mungkin kami bisa difasilitasi dalam bentuk instalasi pabrik untuk menjawab tantangan dan target pemerintah," tandasnya
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
13 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved