Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Masih Melemah
Senin, 29 Juli 2019 - 09:03 WIB
Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Masih Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan ini diprediksi melanjutkan tren pelemahan. Mata uang garuda masih terkoreksi, dipicu sentimen eksternal dari data Amerika Serikat (AS) yang positif yang membuat dolar AS menguat.
"USD-IDR kemungkinan masih bergerak tipis di kisaran yang sama 14.930-14.030 dengan USD bisa sedikit lebih menguat setelah data pertumbuhan GDP kuartal II AS dirilis lebih bagus dari ekspektasi pasar 2,1% berbanding 1,8%," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Senin (29/7/2019).
Dia menambahkan keputusan Bank Sentral Eropa yang menahan suku bunga memberikan ekspektasi The Fed juga tidak akan terlalu agresif memangkas suku bunga sehingga ini juga mendorong penguatan dolar AS.
Pasar akan memperhatikan perkembangan negosiasi dagang AS dan China yang akan berlangsung pekan ini.
"Pesimisme akan hasil yang memuaskan kedua belah pihak bisa mendorong penguatan dolar AS karena kekhawatiran pasar meningkat," jelasnya.
"USD-IDR kemungkinan masih bergerak tipis di kisaran yang sama 14.930-14.030 dengan USD bisa sedikit lebih menguat setelah data pertumbuhan GDP kuartal II AS dirilis lebih bagus dari ekspektasi pasar 2,1% berbanding 1,8%," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Senin (29/7/2019).
Dia menambahkan keputusan Bank Sentral Eropa yang menahan suku bunga memberikan ekspektasi The Fed juga tidak akan terlalu agresif memangkas suku bunga sehingga ini juga mendorong penguatan dolar AS.
Pasar akan memperhatikan perkembangan negosiasi dagang AS dan China yang akan berlangsung pekan ini.
"Pesimisme akan hasil yang memuaskan kedua belah pihak bisa mendorong penguatan dolar AS karena kekhawatiran pasar meningkat," jelasnya.
(ven)